skip to main content

Perkembangan Wilayah, Keselarasan Penggunaan Lahan Dengan Pola Ruang, Dan Arahan Rencana Pengembangan Wilayah Kabupaten Tangerang

*Iis Rismawati  -  Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Santun R.P Sitorus  -  Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Darmawan Darmawan  -  Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Tangerang Regency has an economic structure dominated by the industrial sector. Population distribution, settlement location and industrial influenced land use patterns and regional development levels in Tangerang Regency. The objectives of this research are: to analyze the level of regional development and regional development inequality and factors that influence regional development; to analyze regional typology; to evaluate the consistency of land use with the Spatial Planning; and to formulate direction of the Tangerang Regency regional development plan. The method used are scalogram analysis, theil entrophy index analysis, cluster analysis, overlay and descriptive analysis. The results showed that the regional development level of the southern part of the region was higher than the northern part and the level of regional development inequality in the northern part of the region was higher than the southern part. Factors that influence the level of regional development are the percentage of settlement and industry areas, and the value of economic index, education index, and health index. Concerning typology of the area, in the northern part land use is dominated by agriculture, while in the southern region dominated by settlements and industries. The inconsistency of land use with spatial plan found mostly in the northern region. Thus, the first priority of regional development direction is to be located in the northern part that has a low level of regional development, high inequality value, high percentage of inconsistency of land use with spatial plan, and land use that is dominated by agriculture.
Fulltext View|Download
Keywords: inconsistency; inequality; regional development
Funding: Pusbindiklatren Bappenas

Article Metrics:

  1. [BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Tangerang. 2018. Kabupaten Tangerang dalam Angka. Tangerang (ID): BPS Kabupaten Tangerang
  2. Dani ET, Sitorus SRP, Munibah K. 2017. Analisis Penggunaan Lahan dan arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Kabupaten Bogor. Jurnal Tata Loka. 19(1): 40-52
  3. Eko T, Rahayu S. 2012. Perubahan Penggunaan Lahan dan Kesesuaiannya dengan RDTR di Wilayah Peri Urban (Studi Kasus Kecamatan Mlati). Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota. 8 (4): 330-340
  4. Handayani AD, Yuliastuti N. 2014. Identifikasi Ketersediaan dan Kualitas Sarana Prasarana Lingkungan di Urban Fringe Area Kelurahan Pudakpayung. Jurnal Wilayah dan Lingkungan. 2 (3): 197-208
  5. Khaerani R, Sitorus SRP, Rusdiana O. 2018. Analisis Penyimpangan Penggunaan Lahan berdasarkan Rencana Tata Ruang Kabupaten Sumedang. Jurnal Tata Loka. 20 (4): 399-409
  6. Kompasiana.com. 2015. Kabupaten Tangerang Menyongsong Peran Kota Cerdas. [internet]. [diunduh 17 Januari 2018]. Tersedia pada: https://www.kompasiana. com/rushanovaly/kabupaten-tangerang-menyongsong-peran-kotacerdas
  7. Marzuki, A. 2018. Analisis Tingkat Perkembangan Wilayah, Konversi Lahan dan Rasio Tanah Terdaftar serta Arahan Pengembangan Wilayah Di Kabupaten Cirebon. [Tesis]. Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor
  8. Panuju DR, Rustiadi E. 2013. Teknik Analisis Perencanaan Pengembangan Wilayah. Bogor (ID): Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, IPB
  9. [Pemkab Tangerang] Pemerintah Kabupaten Tangerang. 2009. Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 12 tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Tangerang Tahun 2005-2015. Tangerang (ID): Pemkab Tangerang
  10. [Pemkab Tangerang] Pemerintah Kabupaten Tangerang. 2011. Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 13 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tangerang tahun 2011-2031. Tangerang (ID): Pemkab Tangerang
  11. Pribadi DO, Rustiadi E, Panuju DR, Pravitasari AE. 2017. Permodelan Perencaan Pengembangan Wilayah. Bogor (ID) : Crestpent Press P4W LPPM Institut Pertanian Bogor
  12. Rudiarto I, Handayani W, Wijaya HB. Pangi. 2017. Pola Ruang Lansekap Pedesaan: Penilaian Perubahan Guna Lahan dengan Indeks Vegetasi di Pedesaan Jawa Tengah. Jurnal Tata Loka. 19 (4): 280-290
  13. Rustiadi E, Saefulhakim S, Panuju DR. 2011. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta (ID). Crestpent Press dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia
  14. TangerangNews.com. 2018. Reses Ketua DPRD Tangerang Dibanjiri Keluhan Warga. [internet]. [diunduh 9 Juli 2018]. Tersedia pada: http://tangerangnews.com/ kabupaten-tangerang/read/24139/Reses-Ketua-DPRD-Tangerang-Dibanjiri-Keluhan -Warga
  15. Trivinata R. 2016. Perencanaan Tata Ruang Bagian Wilayah Perkotaan Kepanjen. Studi tentang Konsistensi Pelaksanaan Rencana Detail Tata Ruang Bagian Wilayah Perkotaan Kepanjen Tahun 2014-2034. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JIAP). 2 (8): 138-146

Last update: 2021-06-17 09:16:05

No citation recorded.

Last update: 2021-06-17 09:16:05

No citation recorded.