skip to main content

Integrasi Data Lanskap Kota dan Façade Bangunan di Jalan Merak Situs Kota Lama Semarang dalam Perencanaan Bangunan dan Lingkungan

*Yudha Bhakti Diliawan  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Suzanna Ratih Sari  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Sukawi Sukawi  -  Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Kawasan Kota Lama Semarang merupakan situs cagar budaya yang memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan estetika tinggi, namun menghadapi tantangan dalam menjaga keselarasan antara pelestarian warisan kolonial dan perkembangan fungsi modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengintegrasikan data lanskap perkotaan serta fasade bangunan di ruas Jalan Merak sebagai dasar pengelolaan dan perencanaan kawasan heritage. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis tipologi fasade, yang dikaitkan dengan arahan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Situs Kota Lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen lanskap di kawasan ini telah merepresentasikan karakter kolonial, seperti penggunaan trotoar bata merah, lampu bergaya klasik, dan vegetasi peneduh, meskipun penyebarannya belum merata dan sebagian memerlukan revitalisasi. Sementara itu, tipologi fasade bangunan memperlihatkan variasi gaya Indische hingga Empire Style, yang sebagian besar masih mempertahankan orisinalitas bentuk, ornamen, dan materil yang terdapat modifikasi modern yang berpotensi mengurangi keaslian visual. Integrasi data lanskap dan fasade ke dalam basis data spasial mendukung pengendalian pembangunan, penetapan zona konservasi, dan penyusunan pedoman desain yang selaras dengan identitas kawasan. Integrasi data lanskap dan fasade ke dalam basis data spasial terbukti menjadi instrumen efektif dalam mendukung pengendalian pembangunan, pelestarian karakter visual, serta penguatan identitas kawasan heritage secara berkelanjutan.
Fulltext View|Download
Keywords: Lanskap Perkotaan, Fasade Bangunan, Kota Lama Semarang, Pelestarian Heritage

Article Metrics:

  1. Antariksa. (2010). Tipologi Wajah Bangunan dan Riasan dalam Arsitektur Kolonial. Retrieve from http://antariksaarticle. blogspot.com/2010/05 /tipologi-wajah-bangunan-dan- %0Ariasan.html
  2. Bassily, V., Abufarag, T., & Goubran, S. (2022). Heritage Buildings’ Façades as Facilitators for Local Sustainable Development: The Case of Cairo’s El Korba Area. Heritage, 5(3), 2689-2731. DOI: https://doi.org/10.3390/heritage5030141
  3. Booth, N. K. (1998). Basic Elements of Landscape Architectural Design. Illinois: Waveland Press
  4. Carmona, M. (2021). Public Places Urban Spaces: The Dimensions of Urban Design (3rd ed.). Routledge. DOI: https://doi.org/10.4324/9781315158457
  5. Fahmy, A., & Thamarat, M. (2025). How community engagement approach enhances heritage conservation: Two case studies on sustainable urban development in historic Cairo. Sustainability, 17, 4565. DOI: https://doi.org/10.3390/su17104565
  6. Firdaus, F., Asteriani, F., & Ramadhani, A. (2018). Karakteristik, Tipologi, Urban Sprawl. Jurnal Saintis, 18(2), 89–108. DOI: https://doi.org/10.25299/saintis.2018.vol18(2).3191
  7. Garudea, G., Soemardiono B., & Novianto D. (2024). Conservation Policy of Visual Quality in Connecting Area Between Historical Areas. The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning, 5(2), 146-157. DOI: https://doi.org/10.46456/jisdep.v5i2.453
  8. Gehl, J. (2011). Life between buildings: Using public space. Island Press
  9. Hakim, R. (2012). Asas-asas Desain Lanskap. Jakarta: Bumi Aksara
  10. Hastijanti, R. (2010). Analisis Penilaian Bangunan Cagar Budaya. 1–8. DOI: https://doi.org/10.13140/RG.2.2.13923.96805
  11. Hermawan, H. (2018). Pengelolaan ruang publik pada kawasan heritage. Jurnal Lanskap Kota, 6(2), 45–56
  12. Kridautama, A. R., Pramudya, A. A., Purwanti, H., Cholida, N. F. F., & Widiatmoko, K. W. (2024). Investigasi Struktur Bangunan Cagar Budaya di Kota Semarang. Indonesian Journal of Civil Engineering Study, 1(2), 17-25
  13. Krier, R (1983). Elements of Architecture. Academy Group Ldt. Retrieve from https://robkrier.de/elements-of-architecture.php#page-008-009
  14. Li, J., Krishnamurthy, S., Pereira Roders, A., & van Wesemael, P. (2020). Community participation in cultural heritage management: a systematic literature review comparing Chinese and international practices. Cities, 96, 102476. DOI: https://doi.org/10.1016/j.cities.2019.102476
  15. Meykalinda, P. D., & Antariksa, S. N. (2016). Karakter Visual Bangunan Stasiun Kereta Api Jember. Academia, 8(2), 86–97
  16. Murti, N. K., Kinasih, K., Basalamah, H. M., Setiawan, D. W., & Setiyawan, A. A. (2019). The Walkability Concept in Jurnatan as a Buffer Area of Kota Lama Semarang. Journal of Architectural Design and Urbanism, 2(1), 29-39
  17. Nassauer, J. I. (1995). Messy ecosystems, orderly frames. Landscape Journal, 14(2), 161–170. DOI: https://doi.org/10.3368/lj.14.2.161
  18. Nezhad, S. F., Eshrati, P., & Eshrati, D. (2015). A definition of authenticity concept in conservation of cultural landscapes. Archnet-IJAR: International Journal of Architectural Research, 9(1), 93–107. DOI: 10.26687/ARCHNET-IJAR.V9I1.473
  19. Nurmala. (2003). Panduan Pelestarian Bangunan Tua di Kawasan Pecinan Pasar Baru Bandung. In Journal of Regional and City Planning, 14(3), 73–93
  20. Pemerintah Kota Semarang. (2020). Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Situs Kota Lama
  21. Putri, S. N. A. K., & Sugiri, A. (2022). Kajian Revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang Periode Tahun 2019: Persepsi Wisatawan dan Ahli Terhadap Daya Tarik Wisata. Tataloka, 24(3), 214-230. DOI: https://doi.org/10.14710/tataloka.24.3.214-230
  22. Soemardjan, S. (2019). Kawasan Kota Lama Semarang: Sejarah dan Arsitektur Kolonial. Jakarta: Penerbit Sejarah Indonesia
  23. Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta
  24. Sukwai, J., Mishima, N., & Srinurak, N. (2022). Balancing Cultural Heritage Conservation: Visual Integrity Assessment to Support Change Management in the Buffer Zone of Chiang Mai Historic City Using GIS and Computer-Generated 3D Modeling. Land, 11(5), 666. DOI: https://doi.org/10.3390/land11050666
  25. Susanti, D., & Wulandari, T. (2021). Pentingnya Pelestarian Kawasan Cagar Budaya di Kota Semarang. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 15(3), 65-75
  26. Utomo, S., & Darmawan, R. (2022). Tantangan Pengelolaan Ruang Terbuka di Kawasan Heritage Kota Lama Semarang. Jurnal Urbanisasi, 17(2), 28-37
  27. Veldpaus, L. (2015). Historic urban landscapes: framing the integration of urban and heritage planning in multilevel governance. Phd Thesis, Technische Universiteit Eindhoven
  28. Widyastuti, T., & Arifin, H. (2021). Penilaian kualitas lanskap perkotaan di kawasan bersejarah. Jurnal Planologi, 18(1), 33–44
  29. Wijaya, B. T., Ernawati, J., & Santosa, H. (2019). Visual Elements Influence at the Facade of Historical Buildings in Jalan Panglima Sudirman Corridor Batu, Indonesia. Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, 11(2), 138–145. Hdoi: ttps://doi.org/10.26905/lw.v11i2.3004
  30. Yuliana, A., Ariestadi, D., & Dewi, C. P. (2023). Preferensi masyarakat terhadap penggunaan arsitektur Bali pada bangunan perumahan (studi kasus: perumahan berkonsep Villa Bali Noor Residence Dau, Malang). Proceedings of Life and Applied Sciences, 3

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.