PERAN PERTAMBANGAN TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG

*Wicaksono Tri Wuryanto -  Program Magister Ilmu Perencanaan Wilayah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Kukuh Murtilaksono -  Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Boedi Tjahjono -  Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Received: 26 May 2017; Published: 31 May 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 330 187

Abstract

Tanggamus Regency has great mining resources potential of 152 831 928 tons. In order to contribute maximally to the local economy with well-preserved environment then the mining management should be wise. This research aims to analyze the role of the mining sector to the regional economy, analyzing the change of land use 2000-2015, as well as preparing the development plan direction of mining area in Tanggamus Regency. The methods used in this study include analysis of input output with aggregation and RAS, satellite image classification, and overlapping map techniques The mining sector has high value of forward linkages which demonstrate the ability of the mining sector in driving the sector in the future to grow, but the mining sector has low value of backward linkages, hence the driving force of the upstream sectors also low. Changes in land use in Tanggamus District from 2000 to 2015 are dynamics. The most changing land is agricultural land turned into developed land of 5 168 ha. At the mining site, the largest land use growth rate is developed land 265.74 ha/year. Identification result of area function utilization for mining activity shows that 6.03% of protected areas and 8.05% of cultivation areas utilized as mining area. Recommendations is the allocation of mining designated areas shall be directed to the area in the mining business permit of 20 773.82 ha.

Keywords
land use change; mining; review of regional spatial plan

Article Metrics:

  1. [BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanggamus. 2015. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Tanggamus Menurut Lapangan Usaha Tahun 2010 - 2014. Kota Agung (ID): Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanggamus
  2. [BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanggamus. 2016. Tanggamus Dalam Angka 2015. Kota Agung (ID): Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanggamus.
  3. Daryanto A, Hafizrianda Y. 2010. Analisis Input-Output dan Social Accounting Matrix untuk Pembangunan Ekonomi Daerah. Bogor: IPB Press.
  4. Fachlevi TA. 2015. Dampak dan Evaluasi Kebijakan Pertambangan Batubara di Kecamatan Mereubo. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan. 2(2): 171-180.
  5. Henny C. 2011. “Kolong” bekas tambang timah di Pulau Bangka: permasalahan kualitas air dan alternatif solusi untuk pemanfaatan. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia. 37(1): 119-138. Pusat Penelitian Limnologi. LIPI
  6. Hidayat W. 2015. Dampak Pertambangan Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan dan Kesesuaian Peruntukan Ruang (Studi Kasus Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan). Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. 26(2): 130-146.
  7. Nurhayaty SL. 2013. Tinjauan Yuridis Penyelesaian Sengketa Tumpang Tindih Lahan Pertambangan Migas dan Batubara. Jurnal Beraja Niti 2(10): 1-25.
  8. Papua HMA. 2008. Potensi kawasan bekas tambang sebagai objek wisata (Studi kasus Kandi-Tanah Hitam Kota Sawahlunto) [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
  9. Pribadi DO, Shiddiq D, Ernyanila M. 2006. Model perubahan tutupan lahan dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Jurnal teknologi lingkungan 7(1): 35-51. P3TL-BPPT.
  10. Rustiadi E, Panuju DR, Saifulhakim S. 2011. Perencanaan dan pengembangan wilayah. Jakarta (ID): Crestpent press yayasan pustaka obor Indonesia.
  11. [Setda] Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus. 2011. Peraturan Daerah Kabupaten Tanggamus Nomor 16 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tanggamus Tahun 2011-2031. Kota Agung (ID): Setda Kabupaten Tanggamus.
  12. [Setneg] Sekretariat Negara Republik Indonesia. 2010. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 Tentang Penggunaan Kawasan Hutan. Jakarta (ID): Setneg.
  13. [Setneg] Sekretariat Negara Republik Indonesia. 2010. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2010 Tentang Reklamasi dan Pascatambang. Jakarta (ID): Setneg.
  14. Sihombing BH. 2013. Analisis perubahan tutupan lahan areal konsesi tambang PT.Kaltim Prima Coal. Ilmu Pertanian dan Kehutanan. 11(2):83-89.
  15. Tuni MS. 2013. Prediksi Perubahan Tutupan Lahan dan Perencanaan Peggunaan Lahan Pascatambang Nikel di Kabupaten Halmahera Timur. Globe. 15(2): 146-152.
  16. Yanti TS, Rohaeni O, Astuti F. 2013. Menentukan Analisis Industri Unggulan di Kota Bandung Menggunakan Indeks Komposit. Statistika 13(2):73 – 79.