skip to main content

Kajian Revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang Periode Tahun 2019: Persepsi Wisatawan dan Ahli Terhadap Daya Tarik Wisata

*Savira Nur Afifah Kusuma Putri  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Agung Sugiri  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Revitalisasi yaitu proses memvitalkan kembali kawasan dengan mengadaptasi sesuai kebutuhan masyarakat saat ini. Revitalisasi penting dilakukan untuk kawasan mati dan peninggalan budaya, seperti Kawasan Kota Lama Semarang (KKLS). Seiring berkembangnya zaman, kawasan ini menjadi terbengkalai dan muncul berbagai permasalahan. Oleh karena itu diadakan revitalisasi hingga tahun 2019 terlihat mendatangkan banyak wisatawan dan masuk dalam 3 besar destinasi wisata Provinsi Jawa Tengah. Kondisi tersebut seharusnya dapat membuktikan bahwa adanya revitalisasi 2019 dapat meningkatkan daya tarik kawasan tersebut sebagai objek pariwisata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi ahli dan wisatawan memandang revitalisasi KKLS tahun 2019 terhadap daya tarik wisata kawasan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis distribusi frekuensi, skala likert, force field, dan deskripsi statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa revitalisasi tahun 2019 meningkatkan daya tarik KKLS sebagai objek pariwisata baru menurut persepsi ahli dan wisatawan. Hal tersebut didukung dengan adanya beberapa atraksi wisata, fasilitas wisata, aksesibilitas wisata, serta pelaku kegiatan wisata. Revitalisasi diharapkan dapat terus dilanjutkan dengan memperhatikan beberapa hal.

Fulltext View|Download
Keywords: Kota Lama, Revitalisasi, Pariwisata, Wisatawan, Persepsi

Article Metrics:

  1. Adi, S. W., Hakim, L., Saputro, E. P., & Dihan, F. N. (2012). Model Revitalisasi Kota Lama. Fakultas Ekonomi - Universitas Muhammadiyah Surakarta, 1–11
  2. Analisa, F. (2018). Dampak Revitalisasi Terhadap Aktivitas Vandalisme di Kawasan Kota Lama Semarang. Jurnal Arsitektur KOMPOSISI, Researchgate, 12 (02)
  3. Arianti, D. (2017). Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Perekonomian dan Keruangan Kota Bukittinggi (Pendekatan Analisis Input Output). Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 12(4), 347. https://doi.org/10.14710/pwk.v12i4.13502
  4. Biliński, T. (2017). Programming of Urban Revitalization. Civil And Environmental Engineering Reports, 23(4), 15–28. https://doi.org/10.1515/ceer-2016-0047
  5. BPK2L. (2019). Kelembagaan dan Tata Kelola Kota Lama. Semarang
  6. Charther, B. (1981). The Australia ICOMOS Charter For The Conservation of Places of Cultural Significance (pp. 1–7). pp. 1–7. Australia
  7. Dewantara, G. (2017). Kajian Implementasi Program Revitalisasi Kawasan Kota Lama Sebagai Kawasan Pariwisata di Kota Semarang. Journal of Politic and Government Studies, 4, 41-50
  8. Diniyah, F., Gesa, L. B., & Khoirullah. (2018). Pengaruh Daya Tarik Wisata Terhadap Minat Kunjungan Ulang Wisatawan. STP AMPTA Yogyakarta. https://doi.org/10.31227/osf.io/uk87h
  9. Ferdinand. (2002). Metode Penelitian Manajemen: Pedoman Penelitian Untuk Skripsi Tesis, dan Desertasi Ilmu Manajemen. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
  10. Ferrari, S., & Morazzoni, M. (2012). Heritage and Information. Jurnal Autorism, 5, 1–16. Retrieved from http://almatourism.unibo.it/article/view/3115
  11. Hakim, M. F. N. (2018). Pelestarian Kotagede Sebagai Pusat Pariwisata Heritage Kota Tua Di Yogyakarta. Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 9(1). https://doi.org/10.31294/khi.v9i1.2805
  12. Helena, A.Z. & Sugiri, A. (2014). Kajian Partisipasi Komunitas Marginal Dalam Penataan Kawasan Kota Lama Semarang. Jurnal Teknik PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota), 3(4), 964-978
  13. Hendryadi. (2014). Metode Pengumpulan Data. Teorionline Personal Paper, (01), 1–5
  14. Hu, N. W., & Jin, P. J. (2015). Dynamic Trip Attraction Estimation With Location Based Social Network Data Balancing Between Time Of Day Variations And Zonal Differences. ISPRS Annals of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences, 2(4W2), 193–198. https://doi.org/10.5194/isprsannals-II-4-W2-193-2015
  15. Inskeep, E. (1988). Tourism planning: An emerging specialization. Journal of the American Planning Association, 54(3), 360–372. https://doi.org/10.1080/01944368808976497
  16. Kojongian, J. O. G., Rondonuwu, D. M., & Tungka, A. E. (2017). Karakteristik Kawasan Kota Lama Manado. 73–82
  17. Mackellar, J. (2006). Conventions, Festivals, and Tourism. Journal of Convention & Event Tourism, 8(2), 45–56. https://doi.org/10.1300/J452v08n02
  18. Mardallis, A., & Wijaya, R. P. (2016). Natural Attraction Tourism Management Based On Tourist Satisfaction And Desire. Prosiding Seminar Nasional Ekonomi Dan Bisniss FEB UMSIDA, 3, 20–32
  19. Murtomo, B. A. (2008). Arsitektur Kolonial Kota Lama Semarang. Enclosure Jurnal Ilmiah Perancangan Kota Dan Permukiman, 7(2), 69–79
  20. Nurdin, K.O., Fauzia, W.N., Wijayanti, R., Yonara, S. Arinda, R., Ludrya, G., Bikatofani, R.R., Santi, Kurniawan, D.Y., Julia, S., Sujoko, A., Al-Faruq, M.M. (2014). Force Field Analysis. Surabaya: Universitas Airlangga
  21. Pendit, N.S. 1999. Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana: Penerbit, PT. Anem Kosong Anem
  22. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 8 Tahun 2003 Tentang Rencana Tata Bangungan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Kota Lama
  23. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011-2031
  24. Peraturan Walikota No. 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja BPK2L Semarang
  25. Prakosa, A. & Muktiali, M. (2016). Kajian Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pelaku Usaha di Kawasan Wisata Kota Lama Semarang. Jurnal Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Dan Kota), 5(4), 323–329
  26. Pramana, B., Kusumastuti, & Putri, R. A. (2016). Kesesuaian Komponen Kawasan Wisata Kampung Laweyan Terhadap Aspek Revitalisasi Kawasan Wisata Cagar Budaya. Region, 12, 25–35
  27. Probowati, P. N. (2015). Perencanaan dan Perancangan Kawasan Wisata Marabunta Kota Lama Semarang
  28. Saleh, I.N.S. (2004). Kajian Aspek Hukum Konservasi Cagar Budaya Terhadap Pelestarian dan Pengembangan Pariwisata Kota Gede. Tesis, Program Pascasarjana, UGM, Jogja
  29. Sari, S. R., Harani, A. R., & Werdiningsih, H. (2017). Pelestarian Dan Pengembangan Kawasan Kota Lama Sebagai Landasan Budaya Kota Semarang. Modul, 17(1), 49. https://doi.org/10.14710/mdl.17.1.2017.49-55
  30. Semarang Kota. (2019). KunoKini : Gedung PT Asuransi Jiwasraya. Dalam www.semarangkota.com, diakses pada 10 Juni 2020
  31. Setiawan, I. B. D. (2015). Identifikasi Potensi Wisata Beserta 4A (Attraction, Amenity, Accessbility, Ancilliary) Di Dusun Sumber Wangi, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali
  32. Sobur, A. (2003). Psikologi Umum Dalam Lintasan Sejarah. Pustaka Setia
  33. Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
  34. Supartha, W. gede, & Sintaasih, D. K. (2017). Pengantar perilaku Organisasi; Teori, kasus dan Aplikasi penelitian
  35. Tkalac, D., & Vukonic, B. (1984). Tourism And Urban Revitalization: A Case Study Of Porec, Yugoslavia. Annals of Tourism Research, 11, 591–605
  36. Trancik, R. (1986). Finding Lost Space. New York: In Van Nostrand Reinhold Company

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.