skip to main content

Supplementation of Lysine and Methionine in Commercial Feed on the Survival and Growth of Jelawat (Leptobarbus hoevenii) Fry

Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman Jl. Gunung Tabur, Kelurahan Gunung Kelua, kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda Kalimantan Timur 75242, Indonesia

Open Access Copyright 2026 Muhammmad Ikhwan Ihtifazhuddin

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pakan komersil dengan penambahan asam amino lisin dan metionin terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii) dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah mengaplikasikan lisin dan metionin pada pakan komersil dengan dosis berbeda yaitu P1 (0%), P2 (1%), P3 (2%), P4 (3%). Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang total, pertumbuhan berat mutlk, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pemanfaatan pakan, dan rasio konversi pakan, serta kualitas air sebagai dat penunjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan asam amino lisin dan metionin pada pakan komersil tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang total, pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan (P>0,05). Hasil pengamatan selama penelitian menunjukan nilai tertinggi terdapat pada, pertumbuhan panjang total P2 (1%) dengan nilai 2,7 cm , pertumbuhan berat mutlak P2 dengan dosis (1%) 6,09 g, laju pertumbuhan spesifik P2 (1%) dengan nilai 2,08, rasio konversi pakan P1 (0%) dengan nilai 2,2 dan efisiensi pemanfaatan pakan P2 (1%) dengan nilai 65,92.

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : EN
  1. Ahmed, I., and M. A. Khan. (2018). Dietary lysine and methionine requirements of fish. Aquaculture Research, 49(1): 1–19. https://doi.org/10.1111/are.13401
  2. Akbar, J. (2021). Pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan betok (Anabas testudineus) yang dipelihara pada salinitas berbeda. Bioscientiae, 9(2): 1–8. https://doi.org/10.20527/B.V9I2.3805
  3. Alhijrah, M. and A. Scabra. (2023). Feeding management of super intensive tilapia fish (Oreochromis niloticus) culture. Journal of Aquaculture, 3(1):13–24. https://doi.org/10.29303/mediaakuakultur.v3i1.2348
  4. Andini, T. (2023). Teknik pemijahan ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii) secara buatan di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam, Jambi. South East Asian Aquaculture, 1(1): 24-29
  5. Andriani, R., F. Muchdar, K. Ahmad, dan J. Juharni. (2021). Pemanfaatan bahan baku lokal sebagai pakan ikan untuk kelompok budidaya ikan di Kota Ternate. Journal of Fisheries Community Empowerment, 1(3):231–239. https://doi.org/10.29303/jppi.v1i3.455
  6. Aryani, N. (2018). Teknologi Tepat Guna Budidaya Ikan Jelawat. Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Bung Hatta University Press. Pekanbaru. 24 hal
  7. Azeredo, R., M. Machado, F. Guardiola, R. Cerezuela, A. Afonso, H. Peres, A. Oliva-Teles, M. Esteban, B. Costas. (2017). Local immune response of two mucosal surfaces of the European seabass, Dicentrarchus labrax, fed tryptophan-or methionine-supplementeddiets. Fish and shellfish immunology. 70: 76-86. https/doi.10.1016/j.fsi.2017.09.016
  8. Bachry, S., F. Ayu, dan A. Saputra. (2021). Budidaya ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii) berdasarkan sistem keramba di Sungai Kampar. Journal of Engineering Science and Technology Management, 1(2): 52-56
  9. Ediwarman, Syahrizal, dan N. Panigoro. (2021). Penggunaan metionin dan lisin pada pakan mandiri berbasis bahan baku lokal terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan pada pembesaran ikan patin siam (Pangasianodon hypophthalmus). Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau, 6(1):9–18. https://doi.10.33087/akuakultur.v6i1.85
  10. Gorissen, S. H., J.J. Crombag, J.M. Senden, W.H. Waterval, J. Bierau, L.B. Verdijk, and L.J. van Loon. (2018). Protein content and amino acid composition of commercially available plant-based protein isolates. Amino acids, 50: 1685- 1695
  11. Hernawati dan Suantika. 2006. Penggunaan sistem resirkulasi dalam pendederan benih ikan gurami (Osphronemus gouramy lac). Jurnal Institut Teknologi Bandung, 1–10
  12. Iskandar, R., dan Elrifadah. (2015). Pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan nila (Oreochromis nilotikus) yang diberi pakan buatan berbasis kiambang. Jurnal Ziraa"ah, 40(1):18–24
  13. Islama, D., S. Diansyah, K. Samuki, B. Vito, and C. D. Febrina. (2024). Supplementation of lysine and probiotics in artificial feed based on local raw materials on feed quality and feed conversion ratio of bileh fish (Rasbora sp.). Aquatic Sciences Journal, 11(2):135–142
  14. Jiang, J., D. Shi, X.Q. Zhou, L. Feng, Y. Liu, W.D Jiang, P. Wu, L. Tiang, Y. Wang and Y. Zhao. (2015). Effects of lysine and methionine supplementation on growth, body composition and digestive function of grass carp (Ctenopharyngodon idella) fed plant protein diets using high‐level canola meal. Aquaculture Nutrition, 22(5): 1126-1133
  15. Kamarudin, A. K. M., M. Idris. and M. E. Toriman. 2013. Analysis of Leptobarbus hoevenii in control environment at natural lakes. American Journal of Agricultural and Biological Sciences, 8(2):142–148
  16. Karimah, U., dan S. Istyanto. (2018). Performa pertumbuhan dan kelulushidupan ikan nila gift (Oreochromis niloticus) yang diberi jumlah pakan yang berbeda. Journal of Aquaculture Management and Technology, 7(1):128– 135
  17. Khalida, A., N. I. D. N. Agustono, dan W. P. Lokapirnasari. (2017). Penambahan lisin pada pakan komersial terhadap retensi protein dan retensi energi ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum). Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 9(2), 98-106. doi: 10.20473/jipk.v9i2.7637
  18. Kusuma, M. A., D. Rachmawati, dan S. Sarjito. (2022). Pengaruh asam amino lisin pada pakan buatan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan baung (Mystus nemurus). Journal of Tropical Aquaculture, 6(2):216–225. https://doi: 10.14710/sat.v6i2.14144
  19. Li, P., K. Mai, J. Trushenski, and G. Wu. 2009 New developments in fish amino acid nutrition: towards functional and environmentally oriented aquafeeds. Amino acids, 37: 43–53. https://doi.10.1007/s00726-008-0171-1
  20. Liaqat, R., S. Fatima, W. Komal, Q. Minahal, and A.S. Hussain. (2024). Dietary supplementation of methionine, lysine, and tryptophan as possible modulators of growth, immune response, and disease resistance in striped catfish (Pangasius hypophthalmus). Plos one, 19(4): 1-22. https://doi: 10.1371/journal.pone.0301205
  21. Liebl, A. R. D. S., M. A. Cao, M. D. S. Nascimento, P. D. D. S. Castro, W. L. P. Duncan, J. P. Lima, P. H. R. Aride, M. R. F. M. Bussons, W. M. Furuya, and C. Faggio. (2022). Dietary lysine requirements of Colossoma macropomum (Cuvier, 1818) based on growth performance, hepatic and intestinal morphohistology and hematology. Veterinary Research Communications, 1-17. https://doi.org/10.1007/s11259-021-09872-6
  22. Maulina, Y., dan R. Widaryati. (2020). Pengaruh penambahan lisin pada pakan komersil terhadap pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Ilmu Hewani, 9(2):80–87
  23. Mohamad, S., S. Rahmah, R. A. Zainuddin, Y. A Thallib, R. S. Razali, M. Jalilah,M. A. Ghaffar, L. S. Lim, Y. M. Chang, L. Q. Liang, S. K. Das, Y. M. Chen, and H. J. Liew. 2024. Hoven’s carp Leptobarbus hoevenii strategized metabolism needs to cope with changing environment. Heliyon, 10(4) :1-14. https://doi: 10.1016/j.heliyon.2024.e25559
  24. Monalisa, S. S., dan M. Infa. 2010. Kualitas air yang mempengaruhi pertumbuhan ikan nila (Oreochromis sp) di kolam beton dan terpal. Journal Tropical Fisheries, 5(2):526–530
  25. Muchlisin, Z.A., A.A. Arisa, A.A. Muhammadar, N. Fadli, I.I Arisa dan M.N. Siti- Azizah. (2016). Growth performance and feed utilization of keureling (Tor tambra) fingerlings fed a formulated diet with different doses of vitamin E (alpha-tocopherol). Archives of Polish Fisheries, 23: 47–52
  26. Niode, A. R., Nasriani, dan A. M. Irdja. (2017). Pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (Oreochromis niloticus) pada pakan komersil yang berbeda. Jurnal Ilmiah Media Publikasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, 6 (2):99–112
  27. Niu, J., C. Figueiredo‐Silva, Y. Dong, Y.R. Yue, H. Z Lin, J. Wang, Y. Wang Z. Huang D. M Xia and X. Lu. (2016). Effect of replacing fish meal with soybean meal and of DL‐methionine or lysine supplementation in pelleted diets on growth and nutrient utilization of juvenile golden pompano (Trachinotus ovatus). Aquaculture Nutrition, 22(3): 606-614
  28. Obado, E., J. Ani, P. O. Raburu, J. O. Manyala, C. Ngugi, K. Fitzsimmons, and H.Egna. (2018). Effects of lysine and methionine supplementation and cost- effectiveness in production of nile tilapia diets (Oreochromis niloticus) in western kenya. International Journal of Research Science and Management, 5(3):12-23. https://doi: 10.5281/zenodo.1193968
  29. Panigoro, N., T. Kurniasih, Y. Wahyudin, D. Lesmana, B. Pantjara, Y. R. Purba, A. Zulham, N. Lestari, S. Dody, Ediwarman, dan Saptana. (2024). Optimizing red tilapia (Oreochromis sp.) aquaculture in peatlands: evaluating dietary methionine and lysine for growth performance and feed utilization. Aquaculture, Aquarium, Conservation & Legislation, 17(6): 2792-2804
  30. Putri, M. N., & Kurniawan, R. (2023). Kualitas air pada media pemeliharaan larva ikan kakap putih (Lates calcarifer). South East Asian Aquaculture, 1(1), 1–4. https://doi.org/10.61761/seaqu.1.1.1-4
  31. Radona, D., J. Subagja, dan I. Kusmini. (2017). Kinerja pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan tor tambroides yang diberi pakan komersial dengan kandungan protein berbeda. Media Akuakultur, 12(1):27-33
  32. Siegers, W. H., dan Y. Prayitno. (2021). Pengaruh efisiensi pakan dan waktu pemuasaan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Journal of Fisheries and Marine Research, 5(3):635–645. https://doi.org/10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.16
  33. Syafarani, A., E. I. Raharjo, E, dan T. P. Lestari. 2020. Transportasi benih ikan jelawat (Leptobarbus Hoeveni) menggunakan sistem kering dengan ketebalan media ampas tebu yang berbeda. Jurnal Borneo Akuatika, 2(2):1-9. https://doi: 10.29406/jba.v2i2.2402
  34. Tacon, A. G. (1987). The Nutrition and Feeding of Farmed Fish and Shrimp-A Traning Mannual. FAO of The United Nations, Brazil. 109 p
  35. Tani, F. C. D., Maidie, A., Isriansyah, I., & Ihtifazhuddin, M. I. (2025). Pengaruh pemberian pakan komersil dengan kadar protein berbeda dari produsen berbeda terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii). Journal of Fish Nutrition, 5(2), 129–141. https://doi.org/10.29303/jfn.v5i2.8903
  36. Timmons, M.B., T. Guerdat. And B.J. Vinci. 2018. Water Quality. In Recirculating Aquaculture 4th ed.Publisher: Ithaca Publishing Company LLC. Ithaca. NY, USA, pp. 2758
  37. Wahyuningsih, S., dan A. M. Gitarama. 2020. Amoniak pada sistem budidaya ikan. Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(2):112–125
  38. Zonneveld, N., E. A. Huisman, dan J. H. Boon. (1991). Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan. PT. Gedia Pustaka Utama. Jakarta. 318 hal

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.