PENGARUH PERBEDAAN SUHU TERHADAP LAMA PENETASAN TELUR, DAYA TETEAS TELUR, KELULUSHIDUPAN DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) STRAIN BASTAR

Bangkit Aldin Pratama, Titik Susilowati, Tristiana Yuniarti

Abstract

Ikan gurame (Osphronemus gouramy) merupakan salah satu ikan konsumsi air tawar yang telah lama dikenal di Indonesia dan cukup banyak peminatnya. Sejalan dengan pengembangan usaha budidaya gurame yang semakin luas, maka kebutuhan induk dan benih juga semakin meningkat. Cara pembenihan yang baik dan benar dapat dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil produksi benih sehingga kebutuhan benih dapat terpenuhi. Permasalahan yang dihadapi dalam penetasan ikan gurame yaitu daya tetas telur yang masih rendah dan tingkat kelulushidupan yang masih rendah. Pada fase itu kondisinya masih rentan terhadap perubahan lingkungan. Suhu adalah hal yang perlu diperhatikan dalam penetasan telur ikan gurame, oleh karena itu perlu dilakukan manipulasi suhu dalam wadah agar suhu lebih konstan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan suhu terhadap lama penetasan telur, daya tetas telur, kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan gurame (O. gouramy), dan mengetahui suhu terbaik yang memberikan pengaruh terbaik bagi lama penetasan telur, daya tetas telur, kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan gurame (O. gouramy). Bahan uji yang digunakan adalah telur ikan gurame (O. gouramy) strain bastar dengan total telur yang dibutuhkan sebanyak 1800 butir. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini: perlakuan suhu 32oC, 30oC dan 28oC. Data yang diamati meliputi lama penetasan telur, daya tetas telur, kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan gurame (O. gouramy). Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan suhu berpengaruh sangat nyata terhadap lama penetasan telur dan panjang mutlak. Berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan dan spesific growth rate (SGR), sedangkan tidak berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur ikan gurame (O. gouramy). Perlakuan B 30oC adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan lama penetasan 26,17±1,04 jam, daya tetas telur 98,17±0,58%, kelulushidupan 97,11±1,95%, pertumbuhan panjang mutlak 1,03±0,04cm dan SGR 6,87±0,29%.

Full Text:

PDF

References

Andriyanto, W., B. Slamet dan I. M. D. J. Ariawan. 2013. Perkembangan Embrio dan Rasio Penetasan Telur Ikan Kerapu Raja Sunu (Plectropomalaevis) pada Suhu Media Berbeda. Jurnal Ilmu dan Tekonologi Kelautan Tropis., 5 (1):192-207.

Boyd, C.E. 1982. Water Quality Management For Pond Fish Culture. Amsterdam. Oxford. New York. Elsevier Scientific Publishing Company. pp. 19-32.

Effendie, M.I. 1979. Metode Biologi Perikanan. Yayasan Dewi Sri. Bogor. 112 hlm.

Effendie. M.I. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta. hlm 53-163.

Fitriadi, M.W., F. Basuki dan R. A. Nugroho. 2014. The Effect of Recombinant Growth Hormone (rGH) through Oral Methods with Different Time Intervals of the Survival and Growth of Giant Gouramy Larvae Var Bastard (Osphronemus gouramy Lac, 1801). Journal of Aquaculture Management and Technology. 3 (2) : 77–85.

Hardaningsih, Ign., Sukardi., dan T. Rochmawatie. 2008. Pengaruh Fluktuasi Suhu Air Terhadap Daya Tetas Telur dan Kelulushidupan Larva Gurame (Osphronemus gouramy). Aquacuture Indonesia. Vol 9 (1) : 55-60.

Hernawati dan G. Suantika. 2007. Penggunaan Sistem Resirkulasi Dalam Pendederan Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac.). DiSainTek Vol. 01, No.1.,P4TK BMTI Bandung. Hlm 3-14.

Kholifah, T. 2015. Potensi Budidaya Ikan Gurame Di Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. [Skripsi]

Kurniawan, O. 2011. Pengaruh Pemberian Hormon Tiroksin (T4) Dengan Perendaman Terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac). Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian. Universitas Riau. Hlm 40-48.

Olivia, S., G. H. Huwoyon, dan V. A., Prakoso. 2013. Perkembangan Embrio dan Sintasan Larva Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) pada Berbagai Suhu Air. Bulletin Litbang, 1 (2) : 135-144.

Putri, D. A., Muslim., dan Fitriani, M. 2013. Persentase Penetasan Telur Ikan Betok (Anabas testudineus) Dengan Suhu Inkubasi Yang Berbeda. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. 1 (2) : 184-191.

Salmin. 2005. Oksigen Terlarut (DO) dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD) sebagai salah satu indikator untuk menentukan Kualitas Perairan. Oseana., 30 (3) : 21-26.

Setyanto, A. E. 2005. Memperkenalkan Kembali Metode eksperimen dalam Kajian Komunikasi. Jurnal Ilmu Komunikasi., 3 (1) : 37-48.

Sitanggang, M. 2007. Budidaya Gurame. Penerbit Swadaya. Jakarta. 87 hlm.

SNI 01 6485.3 2000. Produksi Benih Ikan Gurame (Osphronemus goramy, Lac) kelas benih sebar. Hlm 2-5.

Zooneveld, N. E., A. Huisman., dan J. H. Boon. 1991. Prinsip-prinsip Budidaya Ikan. PT. Gramedia Pustaka Utama. 318 hlm.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.