Strategi Pengembangan Pasar Waru di Kabupaten Panajam Paser Utara Berdasarkan Faktor-Faktor Kenyamanan Berbelanja

*Rizky Bobby Anggoro  -  Institut Teknologi Kalimantan, Indonesia
Mega Ulimaz  -  Institut Teknologi Kalimantan, Indonesia
Elin Diyah Syafitri  -  Institut Teknologi Kalimantan, Indonesia
Received: 18 Aug 2020; Published: 21 Oct 2020.
Open Access License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 90 51
Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian terkait infrastruktur perkotaan dengan fokus pengembangan pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan pasar tradisional di Kecamatan Waru Kabupaten Penajam Paser Utara berdasarkan kenyamanan berbelanja konsumen. Pasar Waru merupakan pasar satu – satunya di Kecamatan Waru. Pasar Waru memiliki beberapa permasalahan yang dinilai dapat mempengaruhi kenyamanan konsumen untuk berbelanja, seperti permasalahan ruang gerak konsumen yang sempit, bau yang kurang sedap akibat dari kebersihan Pasar Waru yang rendah, dan kondisi beberapa koridor pasar yang terdapat genangan pada saat hujan. Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT IFAS EFAS. Terdapat tujuh faktor internal yang mempengaruhi kenyamanan, yaitu keamanan pasar, pencahayaan pasar, kemudahan mobilitas konsumen, kebersihan pasar, kebersihan kios pedagang, keleluasaan  konsumen  bermobilitas,  dan  aroma  di  dalam  pasar. Selain itu juga terdapat enam   faktor  eksternal  yang mempengaruhi kenyamanan berbelanja di Pasar Waru, yaitu kemudahan mendapatkan harga murah, ketelitian pedagang, letak pasar terhadap tempat tinggal, kebisingan dari luar pasar, durasi operasional, dan gangguan curah hujan. Terdapat tiga strategi pengembangan untuk Pasar Waru, yaitu peningkatan kualitas bak sampah, pembangunan saluran pembuangan dan pengolahan limbah, serta renovasi bangunan pasar.

Keywords: Kenyamanan; Pasar Tradisional; Strategi Pengembangan

Article Metrics:

  1. Arianty, Nel. (2013). “Analisis Perbedaan Pasar Modern dan Pasar Tradisional Ditinjau Dari Strategi Tata Letak ( Lay Out ) dan Kualitas Pelayanan Untuk Meningkatkan Posisi Tawar Pasar Tradisional”. Jurnal Manajemen & Bisnis, Vol. 13, No. 01, Hal. 18 – 29.
  2. Asribestari, R., Setyono, J, S. (2013). “Pengaruh Daya Tarik Pasar Tradisional Dan Pasar Modern Terhadap Preferensi Konsumen (Studi Komparasi Pasar Karangayu Dan Giant Superdome)”. Jurnal Teknik PWK, Vol. 2, No. 3, hal. 539 – 548.
  3. Badan Pusat Statistik Kabupaten Penajam Paser Utara. 2018. Kecamatan Waru Dalam Angka Tahun 2018.
  4. Clulow, V., Reimers, V. 2009. How do consumers define retail centre convenience?Astralasian Marketing Journal.
  5. Grewal, D., Levy, M., & Kumar, V. 2009. Customer experience management in retailing: An organising framework. Journal of Retailing
  6. Harefa, Septiaman, Anugerah., Naibaho, Polin., dan Rahmawati, Lucy, Anna. (2018). “Persepsi Penghuni Terhadap Kenyamanan Beraktivitas di Ruang Terbuka Perumahan”. Jurnal ALUR. hal. 37 – 46.
  7. Hutagalung, Abrams, Elton. (2015). “Kajian Kenyamanan Publik Di Kawasan Dr. Mansyur Medan Ditinjau Pada Aspek Pedestrian”. Medan: Departemen Arsitektur Universitas Sumatera Utara.
  8. Ikatan Bankir Indonesia.(2018). Tata Kelola Manajemen Risiko Perbankan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka.
  9. Khair, Ibnu. 2013. Kenyamanan Sirkulasi Pengunjung Pasar Tradisional Ciledug. Jakarta: Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Mercu Buana.
  10. Mankiv, N. Gregory (2008), Principles of Micro Economics, fifth edition, South Western
  11. Masyhuri, Mahmudah., Utomo, W, S. (2017). “Analisis Dampak Keberadaan Pasar Modern Terhadap Pasar Tradisional Sleko di Kota Madiun”. Jurnal Akuntansi dan Pendidikan, Vol. 6, No. 1, hal. 59 – 72.
  12. Maulana, Firman, dan Saino. (2016). “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Pada Pasar Tradisional”.
  13. Peraturan Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara Tahun 2013 – 2033.
  14. Peraturan Menteri Perdagangan No. 7 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan.
  15. Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.
  16. Rahayu, dan Bahri, H. (2014). “Studi Komparatif Perubahan Pendapatan Usaha Warung Tradisional Sebelum Dan Sesudah Adanya Warung Retail Modern Di Kecamatan Medan Timur”. Jurnal Manajemen & Bisnis, Vol. 14, No.2, hal. 151 – 165.
  17. Rizal, T, K. (2013). “Regulasi Pasar Modern dan Pasar Tradisional Dalam Persaingan Usaha”. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
  18. Sulistyo, Heru, dan Cahyono, Budhi. (2010). „Model Pengembangan Pasar Tradisional Menuju Pasar Sehat di Kota Semarang”. Jurnal EKOBIS, Vol. 11, No. 2, hal. 516 – 526.
  19. Tauhena, Ibrahim., Martosenjoyo, Triyatni., Radja, Mufti, Abdul. (2019). “Persepsi Pengunjung Terhadap Kenyamanan Fasilitas Ruang Terbuka Publik Fort Rotterdam”. Jurnal Arsitektur, Vol. 6, No. 1, hal. 62 – 72.
  20. Topan, Ali, Mohammad., Christi, Eka, Wulan, Putri., dan Purnomo, Budi, Agus. (2018). “Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kenyamanan Pasar Anyar di Kota Tangerang”. Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah, Vol. 3, No. 2, hal. 57 – 62.
  21. Wahyudi, Rohmat. (2019). “Strategi Pengembangan Pasar Tradisional Dalam Meningkatkan Kepuasan Pedagang”. Jurnal Pengembangan Wiraswasta, Vol. 21, No.01, hal. 37 – 52.