Perencanaan Desa Wisata Dengan Pendekatan Konsep Community Based Tourism (CBT) Di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak

*Muhammad Syafi’i  -  Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, University of Diponegoro, Indonesia
Djoko Suwandono  -  Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, University of Diponegoro, Indonesia
Published: 20 Apr 2015.
Open Access

Citation Format:
Abstract

Desa Bedono merupakan salah satu desa di wilayah pesisir kabupaten Demak yang memiliki potensi wisata mangrove dan wisata religi, dengan adanya komunitas mangrove bahari dan komunitas nelayan Morosari yang sangat potensial dalam pengembangan berbasis masyarakat. Community Based Tourism merupakan konsep pengembangan desa wisata dengan melibatkan dan menempatkan masyarakat lokal yang memiliki kewenangan untuk mengelola dan mengembangkan daerahnya sendiri untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal dan keberlanjutan kebudayaan lokal dan sumber daya alam. Penelitian ini  bertujuan  untuk memberikan rekomendasi strategi pengembangan dan pengelolaan desa wisata di kawasan pesisir Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak dengan pendekatan konsep Community Based Tourism (CBT). Pada penelitian ini digunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan dibagi dalam tiga kegiatan yang dilakukan secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian kemudian dijadikan sebagai masukan untuk pengembangan dan pengelolaan kawasan wisata di Desa Bedono yaitu sebuah strategi pengembangan dan pengelolaan desa wisata Bedono yang berasal dari potensi masalah yang ada di desa Bedono dan didukung oleh kebijakan serta organisasi yang ada.

 

Keywords: perencanaan; desa wisata; community based tourism

Article Metrics:

Last update: 2021-04-17 13:36:29

No citation recorded.

Last update: 2021-04-17 13:36:29

  1. Community-Based Tourism Development at Gajah Mungkur Wonogiri Tourist Attraction

    Jannah E.. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 127 (1), 2018. doi: 10.1088/1755-1315/145/1/012017