Perancangan Ruang Fisik Kawasan Stasiun Tawang yang Terintegrasi dengan Angkutan Umum Kota Semarang

*Aryowibowo Nurprilianto Nugroho -  Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, University of Diponegoro, Indonesia
Parfi Khadiyanta -  Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, University of Diponegoro, Indonesia
Received: 29 Jun 2015; Published: 20 Jul 2015.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IDN
Full Text:
Statistics: 385 676
Abstract

Sektor perhubungan dan pengangkutan khususnya transportasi angkutan rel merupakan salah satu sektor penting dalam pemenuhan kebutuhan mobilisasi masyarakat di Kota Semarang. Kegiatan transportasi angkutan rel terus meningkat, ditandai dengan jumlah penumpang kereta api tertinggi di Stasiun Tawang mencapai 43.352 orang di bulan Maret tahun 2014. Jumlah rata-rata pengunjung tiap harinya mencapai 1068 penumpang dengan presentase 26% hingga 52%-nya menggunakan angkutan umum untuk mengakses Stasiun Tawang. Namun, kondisi Stasiun Tawang saat ini belum mampu menjadi sebuah lokasi simpul perpindahan dan pertukaran moda serta pusat koneksi angkutan umum perkotaan yang terstruktur dan sistematis. Jika tantangan tersebut tidak dapat terselesaikan, maka akan berdampak pada penurunan kinerja aktivitas perkeretaapian dari Stasiun Tawang. Tujuan dari perencanaan ini adalah terciptanya rekomendasi rancangan Kawasan Stasiun Tawang di Kota Lama Semarang yang sustainable dan dapat memecahkan permasalahan yang ada serta terus berkembang dalam mengakomodir kebutuhan masyarakat Semarang dan sekitarnya di sektor transportasi. Metode yang digunakan di dalam perencanaan ini adalah deskriptif kualitatif dengan penggunaan wawancara pada narasumber dari pihak terkait. Melalui tahapan analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil berupa pembagian fungsi kawasan ke dalam beberapa sektor yaitu perhubungan dan pengangkutan, perdagangan dan jasa, serta rekreasi dan pelayanan umum. Masing-masing fungsi direncanakan dalam bentuk rancangan ruang dengan ketentuan standar pelayanan minimum. Sehingga tersusun rekomendasi rancangan dari Kawasan Stasiun Tawang yang berfokus pada penyelesaian masalah integrasi terhadap angkutan umum Kota Semarang.

 

Keywords
perancangan kawasan; perancangan ruang fisik; integrasi; stasiun Tawang; angkutan umum

Article Metrics: