Pendidikan Geografi Universitas Siliwangi , Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{Ruang30227, author = {Muhammad Tiyasa and Mochamad Fauzan and Setya Nugraha}, title = {Analisis Pola Persebaran Dan Keterjangkauan Pusat Kesehatan Masyarakat Di Kota Banjar Dengan Analisis Buffering Dan Near Neighbour Analysis}, journal = {Ruang}, volume = {12}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Pola Persebaran, Keterjangkauan, Puskesmas}, abstract = { Penelitian ini menganalisis pola distribusi dan aksesibilitas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Banjar menggunakan Nearest Neighbor Analysis (NNA) dan metode zona penyangga. Data diperoleh dari sumber sekunder resmi dari pemerintah Kota Banjar. Analisis Tetangga Terdekat mengungkapkan distribusi Puskesmas yang sebagian besar seragam, dengan nilai rasio 1,63 dan skor-z 3,84, yang menunjukkan bahwa fasilitas tersebar secara spasial tanpa pengelompokan yang signifikan. Analisis penyangga, dengan menerapkan radius 3.000 meter sesuai dengan standar nasional, menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah pemukiman berada dalam zona cakupan pusat-pusat kesehatan ini, meskipun bagian selatan dan barat daya kota tertentu tetap berada di luar area layanan optimal. Penggunaan teknik sistem informasi geografis (SIG) dalam studi ini memberikan representasi spasial yang komprehensif dari distribusi dan cakupan Puskesmas di Kota Banjar. Studi ini menawarkan wawasan penting untuk perencanaan perawatan kesehatan perkotaan dan alokasi sumber daya. }, issn = {2356-0088}, pages = {43--54} doi = {10.14710/ruang.12.1.43-54}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/ruang/article/view/30227} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini menganalisis pola distribusi dan aksesibilitas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Banjar menggunakan Nearest Neighbor Analysis (NNA) dan metode zona penyangga. Data diperoleh dari sumber sekunder resmi dari pemerintah Kota Banjar. Analisis Tetangga Terdekat mengungkapkan distribusi Puskesmas yang sebagian besar seragam, dengan nilai rasio 1,63 dan skor-z 3,84, yang menunjukkan bahwa fasilitas tersebar secara spasial tanpa pengelompokan yang signifikan. Analisis penyangga, dengan menerapkan radius 3.000 meter sesuai dengan standar nasional, menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah pemukiman berada dalam zona cakupan pusat-pusat kesehatan ini, meskipun bagian selatan dan barat daya kota tertentu tetap berada di luar area layanan optimal. Penggunaan teknik sistem informasi geografis (SIG) dalam studi ini memberikan representasi spasial yang komprehensif dari distribusi dan cakupan Puskesmas di Kota Banjar. Studi ini menawarkan wawasan penting untuk perencanaan perawatan kesehatan perkotaan dan alokasi sumber daya.
Article Metrics:
Last update:
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, the copyright of the article shall be assigned to Author. Copyright includes the rights to reproduce and deliver the article in all forms and media.
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Visitor Number:
Visitor Statistic
RUANGDepartment of Urban and Regional PlanningBuilding A, 3rd Floor. Faculty of Engineering - Diponegoro UniversityCampus UNDIP Tembalang 50275Telp. (024) 7460054, Ext. 105
Email: ruang@live.undip.ac.id