Persepsi Masyarakat Terhadap Faktor-Faktor Penentu Pelestarian Bangunan Kuno Di Kampung Kauman Semarang

*Diah Intan Kusumo Dewi  -  Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Landung Esariti  -  Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, Indonesia
Published: 20 Oct 2016.
Open Access License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Kampung Kauman merupakan kawasan yang memiliki perjalanan sejarah yang panjang, dengan tradisi yang kuat dan beragam yang terletak di Kecamatan Semarang Tengah. Kondisi Kampung Kauman memiliki cirri khusus berupa bangunan-bangunan kuno bercorak Melayu, Arab, Cina. Keberadaan bangunan bangunan yang memiliki nilai historis tersebut dapat menampilkan cerita visual dari suatu tempat/kawasan, yang mencerminkan perubahan-perubahan waktu, tatacara kehidupan dan budaya dari penduduknya. Kurangnya perhatian akan potensi nilai budaya, sejarah, ekonomi dan sosial mengakibatkan bangunan dan kawasan Kauman mengalami kerusakan bentuk ruang, pudarnya tradisi sosial budaya setempat, dan tidak produktif. Selain itu akan menjadi kendala bagi perkembangan pariwisata daerah, padahal Kawasan Kauman pernah berperan sebagai pusat komersial atau ekonomi dan pusat social budaya. Adapun hasil dari penelitian ini adalah biaya pemeliharaan bangunan kuno berasal dari dana pribadi pemilik bangunan kuno sendiri, sedangkan pemerintah kenyataannya tidak memberikan bantuan dana sepenuhnya. Tanpa adanya bantuan dan partisipasi dari pemerintah maka upaya revitalisasi akan menghambat partisipasi masyarakat yang akan menjadi penentu keberhasilan dari upaya revitalisasi Kawasan kauman Semarang.

Keywords: Persepsi; Pelestarian; Kampung Kauman Semarang

Article Metrics:

Last update: 2021-04-14 07:51:26

No citation recorded.

Last update: 2021-04-14 07:51:29

No citation recorded.