skip to main content

PENILAIAN KEGIATAN AGROWISATA DI KAMPUNG JAMBU KRISTAL KOTA SEMARANG

Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Kampung Jambu Kristal merupakan kampung tematik berbasis agrowisata yang terletak di Kelurahan Wates, Kota Semarang. Kampung ini memiliki potensi sebagai wisata edukatif berbasis pertanian yang dapat mendukung ekonomi kreatif dan urban farming. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kinerja kegiatan agrowisata di Kampung Jambu Kristal dan menganalisis aspek yang perlu ditingkatkan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Penentuan sampel dilakukan secara purposive kepada 33 responden yang merupakan pengelola kegiatan agrowisata. Analisis data dilakukan menggunakan metode skoring dan pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kinerja agrowisata tergolong cukup baik dengan skor total 1616. Secara rinci, aspek sarana prasarana (skor 1,74) dan manfaat ekonomi masyarakat (skor 1,98) berada pada kategori buruk, sedangkan aspek SDM pengelola (2,16), kelembagaan (2,27), dan peran stakeholder (2,53) tergolong cukup baik. Berdasarkan temuan ini, diperlukan peningkatan pada aspek fisik seperti infrastruktur pendukung dan aksesibilitas, serta perbaikan aspek ekonomi melalui penguatan kelembagaan dan dukungan stakeholder guna meningkatkan keberlanjutan kinerja agrowisata dan kesejahteraan masyarakat.

Keywords: agrowisata; kampung tematik; kinerja agrowisata

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Amir, S., Hakim, L., Nordin, N. E. N., Rosli, N. S., Mohamad Shokri, N. A., Mohd Salleh, N. Z., Mohamad Pisol, K. A., & Ramlan, A. A. (2020). Comparison Inventory of UNESCO World Heritage Villages. Kampung Morten, Melaka And Ogimachi Village, Shirakawa-Go, Gifu. Built Environment Journal, 17(2), 21–28. https.//doi.org/10.24191/bej.v17i2.8970
  2. Athirah, N., Haslina, N., Iskandar, M., & Mokhtar, N. A. (2022). The Architectural Style Which Attracts People To The Traditional Urban Village. Kampong Bharu As A Case Study. Planning Malaysia . Journal of the Malaysian Institute of Planners, 20(2), 171–183
  3. Azrein, I., & Yong, G. (2022). Heritage Industry As Conservation Strategy For Kampong Ayer ( Brunei Darussalam ). The Brunei Museums Journal, February
  4. Astuti, W., Qomarun, Fabela, A., Putri, R. A., & Astuti, D. W. (2017). Challenging Potency of Jayengan . New Opportunity for Kampung-Based Tourism in Surakarta. Journal of Geomatics and Planning, 4(2), 245–256. https.//doi.org/10.14710/geoplanning.4.2
  5. Hutoto, Y., & Astrika, L. (2018). Analisis Implementasi Program Kampung Tematik Dalam Menanggulangi Kemiskinan Kota Semarang ( Studi Kasus Kampung Home Industry, Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari ). Journal of Politic and Government Studies, 8(01), 31–40.Indrianingrum, L., Yuliastuti, N., Sari, S. R., Sholihah, J., Prihandanii, E., & Manurung, F. R. (2021). Batik Kampong in Semarang. A Study of Traditional Urban Settlement Resiliency. IOP Conference Series. Earth and Environmental Science, 921(1). https.//doi.org/10.1088/1755-1315/921/1/012014
  6. Khusna, A. M. (2019). Pengembangan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal (Studi pada Kampung Tematik Jamu Kelurahan Wonolopo Kecamatan Mijen Kota Semarang). In Skripsi. Universitas Islam Negeri Walisongo
  7. Kurniawan, J. (2020). Pengaruh Lokasi, Pelayanan Dan Promosi Terhadap Minat Kunjungan Wisata Ke Agro Purwosari Kecamatan Mijen Kota Semarang. In Thesis (pp. 12–26)
  8. Laverack, G., & Thangphet, S. (2007). Building community capacity for locally managed ecotourism in Northern Thailand. Community Development Journal, 44(2), 172–185. https.//doi.org/10.1093/cdj/bsm058
  9. Martuti, N. K. T., Hidayah, I., & Sumaryanto, T. (2017). Preferensi Masyarakat Terhadap Program Kampung Tematik di Kota Semarang. Riptek, II(2), 11–22
  10. Muzha, V. K., Ribawanto, H., & Hadi, M. (2013). Pengembangan agrowisata dengan pendekatan community based tourism. Jurnal Administrasi Publik (JAP), 1(3), 135–141
  11. Ningrum, R. P. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Kampung Tematik Budidaya Jambu Kristal Di Kelurahan Wates Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. In Skripsi. Universitas Islam Negeri Walisongo
  12. Nugroho, J. A. (2022). Kampung Tematik Kota Semarang. Materi Paparan Kerja Praktik Tematik Bappeda Kota Semarang
  13. Permatasari, N. D., Lestari, F., Karenina, A., & P Nasution, A. (2022). Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kampung dari semi kumuh menjadi kampung kreatif (studi kasus. Kampung Bekelir, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang). Region . Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Perencanaan Partisipatif, 17(2). https.//doi.org/10.20961/region.v17i2.54876
  14. Putri, M., & Mubaroq, H. (2022). Strategi Pengimplementasian Konsep Kampung Tematik sebagai Wujud Masyarakat untuk Mengentaskan Desa 3T (Studi kasus. Kampung Tematik Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo). Jurnal Studi Inovasi, 2(1), 1–8. https.//doi.org/10.52000/jsi.v2i1.72
  15. Rahmawati, M., Purnomo, A., & Idris, I. (2021). Kapabilitas Masyarakat dalam Mengelola Kampoeng Heritage Kajoetangan Kota Malang. Media Komunikasi Geografi, 22(1), 01. https.//doi.org/10.23887/mkg.v22i1.30254
  16. Sukmawati, A. M., & Yuliastuti, N. (2016). Eksistensi Kampung Lama Melalui Kearifan Lokal Di Kampung Bustaman Semarang. In Tataloka (Vol. 18, Issue 2, p. 108). https.//doi.org/10.14710/tataloka.18.2.108-117
  17. Suliyati, T., Yuliati, D., Subekti, S., & Handayani, T. (2019). The Dynamics of the Community of Kampung Batik Semarang in Overcoming Slumness. E3S Web of Conferences, 125(201 9), 0–5. https.//doi.org/10.1051/e3sconf/201912509006
  18. Surjono, Rahma, F. D. P., & Setyono, D. A. (2020). Sustainability of Thematic Kampongs. Atlantis Press . Proceedings of the International Conference of Heritage & Culture in Integrated Rural-Urban Context (HUNIAN 2019), 195(January). https.//doi.org/10.2991/aer.k.200729.021
  19. Syarifa, N. H., & Wijaya, A. (2019). Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Pemberdayaan melalui Program Kampung Tematik (Studi Kasus di Kampung Batik Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang). Solidarity. Journal of Education, Society and Culture, 8(1), 515–531
  20. Walikota Semarang. (2018). Peraturan Walikota Semarang Nomor 22 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kampung Tematik

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.