skip to main content

Bentuk Hunian Informal: Studi Kasus tentang Hunian Bertahap di Kampung Melayu Semarang

Department of Urban and Regional Planning, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Permukiman informal mendominasi struktrur kota-kota di dunia dan menjadi tempat tinggal bagi mayoritas penduduk kota. Tahun 2014 tercatat sebanyak 29.7%, atau setara 881 juta penduduk perkotaan di negara-negara berkembang yang tinggal di hunian informal. Selama lebih dari 50 tahun, sudah dilakukan upaya untuk menghadapi keberadaan hunian informal, tetapi tantangan permukiman informal tidak bisa diatasi hanya dengan penggusuran. Pemerintah telah berupaya melakukan peningkatan kualitas fisik Kampung Melayu melalui program KOTAKU yang berfokus menata kawasan hunian informal agar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Program tersebut seharusnya juga dapat mengakomodasi kebutuhan spasial penduduk sehingga perlu untuk memahami lokasi secara mendalam untuk dapat mengetahui kebutuhan spasial penduduk yang dilihat dari kondisi fisik eksisting dan bentuk penyediaan huniannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik fisik hunian informal di Kampung Melayu yang berfokus pada hunian informal di Jalan Melayu Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa kondisi hunian menggunakan pencampuran material permanen dan non-permanen, fasilitas terbatas dan kondisi infrastruktur tidak sesuai standar, ruang publik terbatas pada ruang jalan dan drainase yang diokupansi hunian. Penduduk melakukan berbagai bentuk hunian bertahap yang dibangun berdasarkan kebutuhan spasial penghuninya.

Fulltext View|Download
Keywords: Hunian Bertahap; Hunian Informal; Kondisi Hunian; Ruang Publik.

Article Metrics:

  1. Alzamil, W. S. (2018). Evaluating Urban Status of Informal Settlements In Indonesia: A Comparative Analysis of 3 Case Studies In North Jakarta. Journal of Sustainable Development, 11(4), 148–161
  2. Bhatt, V., Navarrete, J., Friedman, A., Baharoon, W., Minhu, S., Rubenson, T., & Wiedemann, S. (1990). How the Other Half Builds. Volume 3: The self-selection process
  3. Chhetri, N., Stuhlmacher, M., & Ishtiaque, A. (2019). Nested Pathways to Adaptation. Environmental Research Communications, 1(1), 001–115. https://doi.org/10.1088/2515-7620/Aaf9f9
  4. Devi, P. P., Lowry, J. H., & Weber, E. (2017). Global Environmental Impact Of Informal Settlements And Perceptions Of Local Environmental Threats: An Empirical Case Study In Suva, Fiji. Habitat International, 6(9), 58–67. https://doi.org/10.1016/J.Habitatint.2017.08.005
  5. Dovey, K. (2015). Sustainable Informal Settlements? Procedia - Social And Behavioral Sciences, 17(9), 125–139
  6. Febbiyana, A., & Suwandono, D. (2016). The Declining Vitality Of Kampung Melayu As The Heritage Area In The City Of Semarang. Jurnal RUANG, 2(4), 341–348
  7. Hasgül, E. (2016). Incremental Housing: A Participation Process Solution For Informal Housing. Journal Of The Faculty Of Architecture, 13(1), 15–27
  8. Hsieh, H. F., & Shannon, S. E. (2005). Three Approaches To Qualitative Content Analysis. Qualitative Health Research, 15(9), 1277–1288. https://doi.org/10.1177/1049732305276687
  9. Kamalipour, H., & Dovey, K. (2019). Mapping The Visibility Of Informal Settlements. Journal of Habitat International, 8(5), 63–75
  10. Kamalipour, H., & Dovey, K. (2020). Incremental Production Of Urban Space: A Typology Of Informal Design. Journal of Habitat International, 9(8), 102–133
  11. Kristian, M. K., & Yuliastuti, N. (2013). Kajian Bentuk Lingkungan Permukiman Berdasarkan Sense Of Comunity Di Kelurahan Dadapsari Semarang. Jurnal Teknik PWK, 2(3), 578–586
  12. Kustiawan, I., & Ramadhan, A. (2019). Strategi Peningkatan Kualitas Lingkungan Kampung-Kota Dalam Rangka Pembangunan Kota Yang Inklusif Dan Berkelanjutan: Pembelajaran Dari Kasus Kota Bandung. Journal Of Regional And Rural Development Planning, 3(1), 64–84
  13. Lombard, M. (2016). Land Conflict In Peri-Urban Areas: Exploring The Effects Of Land Reform On Informal Settlement In Mexico. Urban Studies, 53(13), 2700–2720
  14. Marutlulle, N. K. (2017). Causes of informal settlements in Ekurhuleni Metropolitan Municipality: An exploration. Africa’s Public Service Delivery & Performance Review, 5(1), 1–11
  15. Msimang, Z. (2017). A Study of the Negative Impacts of Informal Settlements on the Environment . A Case Study of Jika Joe , Pietermaritzburg (Master of housing). School of Built Environment and Development Studies: University of KwaZulu-Natal, Howard College Campus
  16. Nguluma, H. M. (2003). Housing Themselves: Tranformation, Modernisation And Spatial Qualities In Informal Settlement In Dar Es Salaam, Tanzania. Policy Sciences, 45(2), 123–152
  17. Saroj, S. K., Goli, S., Rana, M. J., & Choudhary, B. K. (2019). Availability, Accessibility, And Inequalities Of Water, Sanitation, And Hygiene (Wash) Services In Indian Metro Cities. Sustainable Cities And Society, 5(4), 811–878
  18. Un-Habitat. (2015). Habitat Iii Issue Papers 22 – Informal Settlements. https://doi.org/10.18772/22014107656.12
  19. Wihardyanto, D., & Ikaputra, I. (2019). Pembangunan Permukiman Kolonial Belanda Di Jawa : Sebuah Tinjauan Teori. Nature: National Academic Journal Of Architecture, 6(2), 146–159

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.