BibTex Citation Data :
@article{Rineka31930, author = {Rahmat Raharjo}, title = {Tekwinan: Etnografi Akulturasi Islam dan Tradisi Lokal dalam Perayaan Maulid Nabi di Kabupaten Tegal}, journal = {Jurnal Antropologi: Rineka}, volume = {2}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {}, abstract = { ABSTRAK Penelitian ini mengkaji tradisi Tekwinan sebagai praktik ritual keagamaan dalam konteks akulturasi antara Islam dan budaya lokal di Kabupaten Tegal. Secara antropologis, penelitian ini berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana praktik ritual lokal membentuk identitas komunal serta mempertahankan solidaritas sosial dalam masyarakat Muslim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi partisipan, wawancara mendalam terhadap 7 informan, serta dokumentasi. Penelitian dilakukan selama periode Desember 2025 hingga Februari 2026 di salah satu desa di Kabupaten Tegal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tekwinan merupakan bentuk akulturasi antara praktik keagamaan Islam, seperti pembacaan shalawat dan kitab maulid, dengan unsur budaya lokal berupa tradisi makan bersama, pola interaksi sosial, dan partisipasi kolektif masyarakat. Dalam perspektif teori ritual, praktik ini membentuk communitas (Turner) yang memperkuat solidaritas mekanik masyarakat (Durkheim). Selain itu, tradisi ini berfungsi sebagai medium konstruksi identitas komunal dalam kerangka Islam lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa ritual keagamaan lokal tidak hanya berfungsi sebagai praktik spiritual, tetapi juga sebagai mekanisme sosial dan budaya dalam mempertahankan kohesi sosial serta identitas masyarakat di tengah modernisasi. }, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/rineka/article/view/31930} }
Refworks Citation Data :
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji tradisi Tekwinan sebagai praktik ritual keagamaan dalam konteks akulturasi antara Islam dan budaya lokal di Kabupaten Tegal. Secara antropologis, penelitian ini berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana praktik ritual lokal membentuk identitas komunal serta mempertahankan solidaritas sosial dalam masyarakat Muslim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi partisipan, wawancara mendalam terhadap 7 informan, serta dokumentasi. Penelitian dilakukan selama periode Desember 2025 hingga Februari 2026 di salah satu desa di Kabupaten Tegal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tekwinan merupakan bentuk akulturasi antara praktik keagamaan Islam, seperti pembacaan shalawat dan kitab maulid, dengan unsur budaya lokal berupa tradisi makan bersama, pola interaksi sosial, dan partisipasi kolektif masyarakat. Dalam perspektif teori ritual, praktik ini membentuk communitas (Turner) yang memperkuat solidaritas mekanik masyarakat (Durkheim). Selain itu, tradisi ini berfungsi sebagai medium konstruksi identitas komunal dalam kerangka Islam lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa ritual keagamaan lokal tidak hanya berfungsi sebagai praktik spiritual, tetapi juga sebagai mekanisme sosial dan budaya dalam mempertahankan kohesi sosial serta identitas masyarakat di tengah modernisasi.
Last update: