BibTex Citation Data :
@article{Rineka31611, author = {Zulfa Kusumaningrum and Audy Marsanda}, title = {Nyeri Menstruasi dan Konstruksi Sosial Penderitaan Perempuan}, journal = {Jurnal Antropologi: Rineka}, volume = {2}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {}, abstract = { Nyeri menstruasi adalah kondisi fisiologis yang terjadi berulang dan umum dikalangan perempuan. Tingginya intensitas dan keberulangan pengalaman tersebut menyebabkan nyeri dikonstruksikan sebagai kondisi yang lazim dan diterima dalam kehidupan. Studi kritis ini mengkaji nyeri menstruasi menggunakan perspektif Antropologi Kesehatan. Nyeri dikonstruksikan secara sosial sebagai hal yang “normal” dan “tidak terelakkan” dari menjadi perempuan, sehingga membentuk pengalaman penderitaan perempuan yang kemungkinan besar memengaruhinya mengambil keputusan terkait kesehatan reproduksi. Penulis menggunakan perspektif Antropologi Kesehatan khususnya dalam bingkai konsep illness experience untuk menelaah bagaimana perempuan menyerap informasi, memberikan makna, memberikan respon dan merasionalisasi rasa sakitnya dalam lingkungan sosialnya. Tulisan ini mengeksplorasi bagaimana budaya melalui nilai dan norma, ekspektasi gender, dan praktik sehari-hari mendefinisikan dan meminimalkan rasa sakit yang dialami perempuan. Dengan memahami nyeri menstruasi bukan sekadar kondisi biologis semata, kita dapat melihat bagaimana lingkungan sosial mencoba mengontrol tubuh perempuan lewat pengalaman penderitaan atas rasa sakitnya. Rasa sakit dan penderitaan yang dianggap normal dipenetrasi secara halus lewat pengetahuan dapat membungkam perempuan. Konstruksi pengabaian rasa sakit tersebut menyediakan lensa kritis untuk mengatasi keputusan perempuan yang mengabaikan nyeri menstruasinya dan mendorong transformasi cara pandang lingkungan sosial agar pengalaman nyeri lebih mendapatkan perhatian dan tidak dinormalisasi. Dengan begitu, perempuan tidak lagi terhambat dalam memperhatikan dan mengakses layanan kesehatan reproduksinya secara optimal. }, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/rineka/article/view/31611} }
Refworks Citation Data :
Nyeri menstruasi adalah kondisi fisiologis yang terjadi berulang dan umum dikalangan perempuan. Tingginya intensitas dan keberulangan pengalaman tersebut menyebabkan nyeri dikonstruksikan sebagai kondisi yang lazim dan diterima dalam kehidupan. Studi kritis ini mengkaji nyeri menstruasi menggunakan perspektif Antropologi Kesehatan. Nyeri dikonstruksikan secara sosial sebagai hal yang “normal” dan “tidak terelakkan” dari menjadi perempuan, sehingga membentuk pengalaman penderitaan perempuan yang kemungkinan besar memengaruhinya mengambil keputusan terkait kesehatan reproduksi. Penulis menggunakan perspektif Antropologi Kesehatan khususnya dalam bingkai konsep illness experience untuk menelaah bagaimana perempuan menyerap informasi, memberikan makna, memberikan respon dan merasionalisasi rasa sakitnya dalam lingkungan sosialnya. Tulisan ini mengeksplorasi bagaimana budaya melalui nilai dan norma, ekspektasi gender, dan praktik sehari-hari mendefinisikan dan meminimalkan rasa sakit yang dialami perempuan. Dengan memahami nyeri menstruasi bukan sekadar kondisi biologis semata, kita dapat melihat bagaimana lingkungan sosial mencoba mengontrol tubuh perempuan lewat pengalaman penderitaan atas rasa sakitnya. Rasa sakit dan penderitaan yang dianggap normal dipenetrasi secara halus lewat pengetahuan dapat membungkam perempuan. Konstruksi pengabaian rasa sakit tersebut menyediakan lensa kritis untuk mengatasi keputusan perempuan yang mengabaikan nyeri menstruasinya dan mendorong transformasi cara pandang lingkungan sosial agar pengalaman nyeri lebih mendapatkan perhatian dan tidak dinormalisasi. Dengan begitu, perempuan tidak lagi terhambat dalam memperhatikan dan mengakses layanan kesehatan reproduksinya secara optimal.
Last update: