skip to main content

Lomba Kader Kesehatan: Bentuk Apresiasi terhadap Dedikasi Kader Posyandu dan Wahana Edukasi

*Dian Puspita Dewi orcid scopus  -  Department of Parasitology, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Anna Mailasari Kusuma Dewi orcid scopus  -  Bagian Ilmu Kesehatan THT-KL, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Indonesia
Lathifa Putry Fauzia orcid scopus  -  Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Indonesia
Ryan Halleyantoro orcid scopus  -  Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Abstract

Background: Cadres, who act as community health volunteers (CHVs) in Indonesia, play a crucial role in the continuity of Posyandu (Integrated Health Post) operations, including community-based health promotion and prevention activities. Maintaining their motivation, skills, and knowledge is essential to ensuring quality health services. Competition is one method to support this. Beyond assessing skills and knowledge, the competition also shows appreciation for their dedication and helps reinforce motivation to carry out their roles.

Method: We prepared four questions and two True/False statements covering topics such as cadre duties, nutrition, maternal and child health, and stunting. The competition took place after the Posyandu session, involving all attending cadres. They gave oral answers. Team observed the proceedings to identify cadres who answered both correctly and quickly. Each question and statement was accompanied by a brief explanation to reinforce practical learning.

Results: Thirteen cadres participated in the health competition with enthusiasm and high spirits. Six cadres successfully provided correct answers quickly. Cadres listened attentively to the information provided, regardless of whether they answered correctly. Team observations revealed that most cadres correctly answered two questions about their duties during Posyandu sessions and one statement concerning breastfeeding. However, most cadres did not correctly answer the questions regarding stunting and prenatal check-ups, or the nutrition statement, indicating knowledge gaps in these areas.

Conclusion: Competitions can be implemented as a way to appreciate the dedication of Posyandu cadres. These activities build enthusiasm and spirit among cadres while also serving as an educational platform through the brief explanations provided for each question and statement.

 

 

Keywords: Cadres; Health competition; Posyandu

 

Abstrak

Latar Belakang: Kader memiliki peran penting dalam keberlangsungan pelaksanaan Posyandu serta kegiatan promotif dan preventif kesehatan di masyarakat. Motivasi, kemampuan. dan pengetahuan kader penting untuk dijaga sehingga dapat menunjang kualitas kegiatan pelayanan kesehatan. Lomba kader kesehatan menjadi salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk memfasilitasi hal tersebut. Selain dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan dan pengetahuan kader, lomba ini menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi kader sehingga meningkatkan motivasi mereka dalam menjalankan perannya.

Metode: Empat pertanyaan dan dua pernyataan benar/salah dipersiapkan dengan topik seputar tugas kader, gizi, kesehatan ibu anak, dan stunting. Lomba dilaksanakan setelah posyandu dengan melibatkan seluruh kader yang hadir. Kader diminta untuk menjawab secara lisan. Tim pengabdian melakukan observasi untuk memilih kader yang menjawab dengan benar dan cepat. Setiap pertanyaan dan pernyataan dilengkapi dengan penjelasan singkat untuk menambah informasi bagi kader.

Hasil: Tiga belas kader mengikuti lomba kesehatan dengan antusias dan semangat. Enam kader terpilih berhasil menjawab dengan benar dan cepat. Kader menerima informasi yang diberikan dengan seksama terlepas mereka mampu menjawab dengan benar atau tidak. Berdasarkan pengamatan tim, dua pertanyaan terkait tugas kader saat posyandu dan satu pernyataan mengenai ASI dapat dijawab dengan benar oleh mayoritas kader. Pertanyaan mengenai stunting dan pemeriksaan kehamilan serta pernyataan mengenai gizi tidak dapat dijawab dengan benar oleh mayoritas kader.

Kesimpulan: Lomba kader kesehatan dapat dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi kader posyandu. Kegiatan ini dapat menarik semangat dan antusiasme kader serta juga menjadi wadah edukasi melalui penjelasan singkat dari setiap pertanyaan dan pernyataan yang dilontarkan.

 

Kata Kunci: Kader; Lomba kesehatan; Posyandu
Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Patala NJ, Sudirman, Moonti S. Hubungan Pengetahuan Dan Pengisian Kartu Menuju Sehat (Kms) Dengan Keaktifan Kader Posyandu Anak Balita Di Pustu Kalukubula Wilayah Kerja Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigi. Jurnal Kolaboratif Sains Palu. 2019;1(1):68
  2. Desiana, Apriza, Erlinawati. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Kader Dalam Kegiatan Posyandu Balita di Desa Seremban Jaya Kecamatan Rimba Melintang. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan. 2022;1(1):24–32
  3. Elisabet BM, Ayubi D. Hubungan Pengetahuan, Sikap dengan Perilaku Kader Posyandu dalam Pelaksanaan Pemberian Vitamin A di Jakarta Timur. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2021;13(1):1–12. doi: 10.37012/jik.v13i1.447
  4. Antari NKD, Dewi DPR, Nyoman Sri Ariantini. Kader posyandu sebagai ujung tombak deteksi dini masalah gizi pada balita. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing). 2026;12(1):62–70. doi: 10.33023/jikep.v12i1.2958
  5. Simanjuntak BY, Rizal A, Krisnasary A. Pemberdayaan Kader Dalam Peningkatan D/S dan Deteksi Dini Status Gizi Balita 24-59 Bulan Melalui Penggunaan Media Cakram. Jurnal Abmas Negeri (JAGRI). 2023;4(2):127–34. doi: 10.36590/jagri.v4i2.736
  6. Rawalilah H. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keaktifan Kader Posyandu Di Kelurahan 26 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang Tahun 2017. Jurnal Kesehatan: Jurnal Ilmiah Multi Sciences. 2018;8(2):1–7
  7. Hartono R, Rusli, Amir A, Andini M, Hasanah BU. Pendampingan Kader Posyandu Dalam Peningkatan 25 Keterampilan Dasar di Kecamatan Biringkanaya. Media Implementasi Riset Kesehatan. 2025;6(2):157–62
  8. Isro’aini A, Meinawati L, Setiyaningsih FY, Permatasari RD, Sulistyawati H, Mildiana YE. PELATIHAN 25 KOMPETENSI KADER POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER SEBAGAI UPAYA PREVENTIF STUNTING. Jurnal Abdi Medika. 2026;6(57):26–31
  9. Supatmi, Pranawati E, Purwaningsih E. Pendampingan Implementasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Komprehensif di Posyandu Gunung Krakatau dusun Soka Seloharjo Pundong Bantul Yogyakarta. Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE). 2026;8(1):22–36
  10. Mardhiah H, Aldera, Rahma FA, Turrahmah M. Menentukan Prioritas Intervensi Pencegahan Stunting. In: Kumpulan Policy Brief si Bijaks Awars 2024. 2024. p. 121–8
  11. Kunang A, Handayani T. Edukasi Kader Posyandu Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Stunting Pada Balita. Bagimu Negeri: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2023;7(1):20–3. doi: 10.52657/bagimunegeri.v7i1.2020
  12. Jannah AM, Azizah FN, Cahya MD, Mulle RA, Kustiarini. Peran Kader Gizi dalam Upaya Peningkatan Status Gizi Balita: Studi Observasi Desa Duwet, Klaten. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak. 2025;1(3):111–5. PubMed PMID: 38252772
  13. Kementerian Kesehatan. Panduan Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan. Jakarta; 2023. PubMed PMID: 38252772
  14. Safitri WD, Vitaliati T. Perbedaan Pelaksanaan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) Sebelum dan Sesudah dilakukan Pelatihan Kader Kesehatan. UNIVERSITAS dr. SOEBANDI; 2026
  15. Darwis, Adiyasman, Efendi R, Julhadi. Bentuk-Bentuk Tes Dan Karakteristiknya. Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner [Internet]. 2024;8(12):2118–7302. Available from: https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/7457/8398
  16. Setianingsih I, Noer ER, Margawati A. Hubungan Asupan Yodium Dengan Kejadian Stunting Pada Balita: Literature Review. Journal of Nutrition College. 2026;15(1):34–40. doi: 10.14710/jnc.v15i1.50880
  17. Arifiyanti BDS, Kartika, Ginta Mayang Wahyuni NS, Dewi NHS, Maulana, Ridhan Kindi Ibrahim SB, Mayzza U, Santi DR. Tinjauan Literature Asupan Yodium dengan Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu [Internet]. 2025;9(6):2246–6111. Available from: https://sejurnal.com/pub/index.php/jimt/article/view/2891
  18. Kusmita A, Mandagi AM. Gambaran Penggunaan Garam Beryodium di Desa Telemung Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi. Preventia: Indonesian Journal of Public Health. 2021;6(1):7–14
  19. Sasmi WT. Literature Review : Pengaruh Waktu Penyimpanan dan Pemanasan terhadap Kadar Iodium dalam Garam Beriodium. In: Konferensi Nasional Penelitian dan Pengabdian (KNPP). 2022. p. 607–27

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.