BibTex Citation Data :
@article{JP34307, author = {A. Fahmy Tsani and Rachma Purwanti and Ayu Rahadiyanti and Muti'ah Syahadah and Angga Rizqiawan and Fillah Dieny and Syifa Azizah and Hesti Wikaningtyas}, title = {Pemberdayaan Santri Sehat Melalui Edukasi Gizi Seimbang dan Personal Hygiene di Pondok Tahfidz Yanbu'ul Qur'an 1 Pati}, journal = {Proactive}, volume = {5}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {edukasi kesehatan; gizi seimbang; personal hygiene; pesantren; santri}, abstract = { Latar Belakang: Santri pondok pesantren merupakan kelompok remaja yang rentan mengalami permasalahan gizi dan praktik personal hygiene yang kurang optimal akibat pola hidup berasrama. Edukasi gizi seimbang dan personal hygiene diperlukan sebagai upaya promotif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan santri. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan 142 santri putra berusia 12–15 tahun di Pondok Tahfidz Yanbu'ul Qur'an 1 Pati. Kegiatan diawali dengan pengukuran antropometri, tekanan darah, serta pengisian kuesioner pre-test mengenai pengetahuan gizi, sikap gizi, pengetahuan personal hygiene , dan perilaku personal hygiene . Intervensi dilakukan melalui edukasi menggunakan ceramah interaktif, diskusi, dan media poster. Evaluasi dilakukan melalui post-test . Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test . Hasil: Sebagian besar santri memiliki status gizi normal (60,6%), namun masih ditemukan double burden of malnutrition berupa gizi kurang (2,8%) serta gizi lebih dan obesitas (36,6%). Selain itu, 28,9% santri memiliki tekanan darah pada kategori elevated blood pressure hingga hipertensi stadium 2. Hasil analisis menunjukkan peningkatan yang bermakna pada pengetahuan gizi (Z = -6,784; p <0,001), pengetahuan personal hygiene (Z = -7,416; p <0,001), sikap gizi (Z = -8,695; p <0,001), dan perilaku personal hygiene (Z = -8,969; p <0,001) setelah intervensi. Kesimpulan: Edukasi gizi seimbang dan personal hygiene yang didukung media poster efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan santri. Kegiatan edukasi serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan disertai pendampingan dan pemantauan berkala untuk mendukung perubahan perilaku yang lebih optimal. }, pages = {51--59} url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/proactive/article/view/34307} }
Refworks Citation Data :
Latar Belakang: Santri pondok pesantren merupakan kelompok remaja yang rentan mengalami permasalahan gizi dan praktik personal hygiene yang kurang optimal akibat pola hidup berasrama. Edukasi gizi seimbang dan personal hygiene diperlukan sebagai upaya promotif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan santri.
Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan 142 santri putra berusia 12–15 tahun di Pondok Tahfidz Yanbu'ul Qur'an 1 Pati. Kegiatan diawali dengan pengukuran antropometri, tekanan darah, serta pengisian kuesioner pre-test mengenai pengetahuan gizi, sikap gizi, pengetahuan personal hygiene, dan perilaku personal hygiene. Intervensi dilakukan melalui edukasi menggunakan ceramah interaktif, diskusi, dan media poster. Evaluasi dilakukan melalui post-test. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.
Hasil: Sebagian besar santri memiliki status gizi normal (60,6%), namun masih ditemukan double burden of malnutrition berupa gizi kurang (2,8%) serta gizi lebih dan obesitas (36,6%). Selain itu, 28,9% santri memiliki tekanan darah pada kategori elevated blood pressure hingga hipertensi stadium 2. Hasil analisis menunjukkan peningkatan yang bermakna pada pengetahuan gizi (Z = -6,784; p<0,001), pengetahuan personal hygiene (Z = -7,416; p<0,001), sikap gizi (Z = -8,695; p<0,001), dan perilaku personal hygiene (Z = -8,969; p<0,001) setelah intervensi.
Kesimpulan: Edukasi gizi seimbang dan personal hygiene yang didukung media poster efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan santri. Kegiatan edukasi serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan disertai pendampingan dan pemantauan berkala untuk mendukung perubahan perilaku yang lebih optimal.
Last update: