skip to main content

Kolaborasi Lintas Budaya: Wawasan dari Mahasiswa Belanda terhadap Kegiatan Posyandu di Indonesia

*Dian Puspita Dewi orcid scopus  -  Department of Parasitology, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Ryan Halleyantoro orcid scopus  -  Department of Parasitology, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Fatikhu Yatuni Asmara orcid scopus  -  Department of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Arwinda Nugraheni orcid scopus  -  Department of Public Health Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Latar belakang: Sejarah sistem layanan kesehatan di Indonesia telah mencatatkan perkembangan yang terjadi sejak puluhan tahun lalu. Perubahan demi perubahan dibuat sesuai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa kebijakan yang dibuat berkiblat pada negara lain yang lebih maju. Namun terdapat satu hal yang tidak berubah, yaitu prinsip kebersamaan dan gotong royong. Banyak layanan kesehatan yang akhirnya dapat terlaksana dengan sumbangsih dan jiwa gotong royong masyarakat misalnya Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). Hal yang mungkin sulit ditemukan di banyak negara maju. Penulis dan tim tertarik untuk mengetahui persepsi mahasiswa asing dari negara maju (Belanda) terhadap pelaksanaan Posyandu. Metode: Kolaborasi dilakukan dengan mengajak mahasiswa asing untuk terlibat dalam kegiatan Posyandu secara aktif (tidak hanya observasi). Wawancara tidak terstruktur dilakukan untuk mengetahui persepsi mereka terhadap kegiatan dan juga berbagi informasi mengenai pelaksanaan layanan kesehatan di Belanda. Evaluasi juga dilakukan terhadap warga mengenai kegiatan kolaborasi ini. Hasil: Kolaborasi berjalan dengan baik dan diikuti 3 mahasiswa asing dari Belanda. Masing-masing bertugas di pos pemeriksaan posyandu dengan didampingi oleh kader/ petugas kesehatan. Ketiga mahasiswa menyatakan kekagumannya terhadap kegiatan Posyandu yang tidak mereka temui dan menceritakan bagaimana layanan kesehatan tingkat pertama di tempat asal mereka. Warga juga menyambut antusias kolaborasi ini dan meminta agar dapat dilakukan secara berkelanjutan. Kesimpulan: Tidak ada istilah “one size fits all” dalam sistem pelayanan kesehatan. Setiap negara mengembangkan sistem layanan kesehatan sesuai dengan kelebihan dan keterbatasan yang dimiliki.
Keywords: posyandu; sistem layanan kesehatan; Belanda
Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Soedirham O. Integrated Services Post (Posyandu) as Sociocultural Approach for Primary Health Care Issue. Kesmas: National Public Health Journal. 2012;7(5):195
  2. Nurhalisah S, Kabubu RD. Kebijakan Kesehatan Pada Masa Orde Baru Dalam Perspektif Historis Menulis : Jurnal Penelitian Nusantara. Jurnal Penelitian Nusantara. 2025;1(12):265–72
  3. Nurhabibah B, Astari S, Kabubu RD, Pendidikan RS, Universitas S, Makassar N. Melacak Akar Sistem Jaminan Kesehatan Indonesia: Transformasi dari JKN ke BPJS Kesehatan (2004-2024). Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara [Internet]. 2025;1(6):196–202. Available from: https://padangjurnal.web.id/index.php/menulis/article/view/319
  4. GANI A, Bahjuri AP, Solikha DA, Fuady A SE. Review dan reformulasi sistem kesehatan nasional Indonesia. Jakarta: Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat, Kedeputian Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Kementerian PPN/Bappenas; 2023. 161 p
  5. Hasanbasri M, Maula AW, Wiratama BS, Espressivo A, Marthias T. Analyzing Primary Healthcare Governance in Indonesia: Perspectives of Community Health Workers. Cureus. 2024;16(3)
  6. Darienarita A. Master of Public Health/International Course in Health Development (MPH/ICHD) 18. Thesis. 2019;(September)
  7. TRANSFORMASI KESEHATAN INDONESIA [Internet]. [cited 2026 Jan 27]. Available from: https://kemkes.go.id/id/layanan/transformasi-kesehatan-indonesia
  8. van Hilvoorde I. the Netherlands. Comparative Elite Sport Development: Systems, Structures and Public Policy: Second Edition. 2024;167–81
  9. O’Brien WH, Tabaczynski T. Unstructured interviewing. Handbook of Clinical Interviewing with Children. 2007;(1998):16–29
  10. Saleh S. MENGENAL PENELITIAN KUALITATIF: PANDUAN BAGI PENELITI PEMULA. Sulmiah, editor. AGMA; 2023
  11. Setiawan A, Christiani Y. Integrated Health Post for Child Health (Posyandu) As A Community-Based Program in Indonesia: An Exploratory Study. Jurnal Keperawatan Indonesia. 2018;21(3):150–8
  12. Azzahra NA, Dwiputrianti S, Wang T. Public Policy and Governance for Stunting Reduction: Lessons from Indonesia’s Posyandu Reform and China’s Community Health System. Irpia: Jurnal Ilmiah Riset dan Pengembangan. 2025;10(4):82–93

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.