BibTex Citation Data :
@article{Pasopati30167, author = {Solikhin Solikhin and Purnawan Wicaksono and Ari Budi Santoso}, title = {INOVASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM RANTAI PRODUKSI KOPI PINANGGIH}, journal = {Jurnal Pasopati}, volume = {8}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {}, abstract = { UKM Kopi Pinanggih di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang merupakan produsen kopi robusta dengan ciri khas aroma gula aren. Namun, pengelolaan produksi kopi menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan teknologi pascapanen, biaya operasional yang tinggi akibat ketergantungan pada jasa sewa, hingga belum optimalnya pemanfaatan limbah kopi. Melalui pendampingan Tim PKUM Universitas Diponegoro, diterapkan serangkaian inovasi berbasis teknologi tepat guna yang meliputi manajemen inventory, pemanfaatan limbah, penggunaan green house untuk pengeringan, mesin huller, mesin roasting, serta mesin grinder listrik. Hasil penerapan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas produksi dan kualitas kopi. Teknologi green house mempercepat proses penjemuran dari 7–14 hari menjadi 4–8 hari dengan kualitas higienis lebih baik. Mesin huller meningkatkan produksi green bean hampir 100% dan mengurangi biaya produksi Rp1.000/kg. Mesin roasting menekan biaya operasional hingga 80% dan meningkatkan produksi 33%, sedangkan mesin grinder meningkatkan kapasitas produksi 66% sekaligus membuka peluang jasa grinding kopi. Pemanfaatan limbah sebagai parfum essen, pakan ternak, dan kompos mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan. Secara keseluruhan, penerapan teknologi tepat guna tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memberdayakan masyarakat sekitar, serta memperkuat daya saing Kopi Pinanggih sebagai produk unggulan lokal. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi, masyarakat, dan lingkungan dalam pengembangan UKM berbasis potensi daerah. }, issn = {2685-886X}, doi = {10.14710/pasopati.2026.30167}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/pasopati/article/view/30167} }
Refworks Citation Data :
UKM Kopi Pinanggih di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang merupakan produsen kopi robusta dengan ciri khas aroma gula aren. Namun, pengelolaan produksi kopi menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan teknologi pascapanen, biaya operasional yang tinggi akibat ketergantungan pada jasa sewa, hingga belum optimalnya pemanfaatan limbah kopi. Melalui pendampingan Tim PKUM Universitas Diponegoro, diterapkan serangkaian inovasi berbasis teknologi tepat guna yang meliputi manajemen inventory, pemanfaatan limbah, penggunaan green house untuk pengeringan, mesin huller, mesin roasting, serta mesin grinder listrik. Hasil penerapan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas produksi dan kualitas kopi. Teknologi green house mempercepat proses penjemuran dari 7–14 hari menjadi 4–8 hari dengan kualitas higienis lebih baik. Mesin huller meningkatkan produksi green bean hampir 100% dan mengurangi biaya produksi Rp1.000/kg. Mesin roasting menekan biaya operasional hingga 80% dan meningkatkan produksi 33%, sedangkan mesin grinder meningkatkan kapasitas produksi 66% sekaligus membuka peluang jasa grinding kopi. Pemanfaatan limbah sebagai parfum essen, pakan ternak, dan kompos mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan. Secara keseluruhan, penerapan teknologi tepat guna tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memberdayakan masyarakat sekitar, serta memperkuat daya saing Kopi Pinanggih sebagai produk unggulan lokal. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi, masyarakat, dan lingkungan dalam pengembangan UKM berbasis potensi daerah.
Article Metrics:
Last update: