skip to main content

PENINGKATAN KAPASITAS PEMANDU BUDAYA DI KOTA LAMA SEMARANG

*Mardwi Rahdriawan orcid scopus publons  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Nany Yuliastuti  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Hadi Wahyono  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Sunarti Sunarti  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Maya Damayanti  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Khoirul Fikri Daulay  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract

 

Kesenjangan yang ditemukan di kawasan Kota Lama Semarang yaitu terkait kurang diperhatikannya aspek non-fisik seperti historis sebagai bagian dari edukasi dan wisata. Masih terdapat bangunan lama yang masih berfungsi, namun kurang mendapat perhatian. Hal ini terjadi karena kekuarangtahuan dan sedikitnya hubungan pemandu budaya dengan pengelola bangunan lama. Oleh karena itu, tim pengabdian labkota Undip bekerja sama dengan komunitas pemandu budaya mengadakan pelatihan yang bertujuan untuk menambahkan bekal pengetahuan sejarah budaya dan jaringan pengelola kepada komunitas ini. Kegiatan ini dilakukan melalui metode diskusi dan walking-tour pada bangunan cagar budaya Pabrik Praoe Lajar, Hotel Pelangi dan Kedai 46. Dalam proses kegiatan, terdapat pemaparan materi, diskusi, tanya jawab dengan pererta dan walking-tour dengan pengelola bangunan. Kegiatan ini telah memberikan hasil berupa tambahan pengetahuan dan kapasitas para pemandu budaya. Mereka yang telah mengikuti kegiatan ini memiliki pengetahuan mengenai sejarah budaya dan aktifitas sebagian bangunan di kawasan Kota Lama. Adanya kegiatan ini diharapkan menambah informasi sejarah, kegiatan dan terutama jaringan dengan pengelola bangunan lama untuk kerjasama pemanfaatan bangunan lama.

Kata kunci : peningkatan, kapasitas, pemandu budaya, Kota Lama
Fulltext View|Download
Funding: Tim Pengabdian mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu dalam memberikan dana yang tertera dalam Anggaran Universitas Diponegoro Tahun 2023 Nomor 137/UN7.F3/HK/VI/2023. Tidak lupa juga terima kasih kami persembahkan ke

Article Metrics:

  1. Badan Pelestarian Pusaka Indonesia. (2019). Piagam Pelestarian Pusaka Saujana Indonesia Indonesia (Charter For Cultural Landscape Heritage Conservation). Toraja Utara, 23 November 2019
  2. Dagilienė, L., Varaniūtė, V., & Bruneckienė, J. (2021). Local governments’ perspective on implementing the circular economy: A framework for future solutions. Journal of Cleaner Production, 310, 127340. doi: https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2021.127340
  3. Hayati, E. D., Drihartati S. S. 2021. Penerapan Teknik Kepemanduan Wisata dalam Narasi Pemandu Wisata Kota Lama Semarang. Jurnal Bangun Rekaprima, 7 (1): 70-82
  4. Lüthi, C., McConville, J., & Kvarnström, E. (2010). Community-based approaches for addressing the urban sanitation challenges. International Journal of Urban Sustainable Development
  5. Mukaromah, Umaroh, L. 2022. Komunikasi Penceritaan Destinasi Wisata Kota Lama Semarang oleh Pemandu Wisata sebagai Upaya Branding. Seminar Nasional Terapan Riset Inovetif (SENTRINOV) Ke-8: ISAS Publishing, 8 (2): 19-28
  6. Prastowo, A. (2008). Menguasai Teknik-teknik Data Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: DIVA Press
  7. Weiler, B., Ham, S. H. 2001. The Encyclopedia of Ecotourism: Tour Guides and Interpretation (35) 563-577. Wallingford: CABI Publishing

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.