BibTex Citation Data :
@article{LDJR30281, author = {Achmad Ramadhani}, title = {Evaluasi Implementasi Kebijakan Pengawasan Keamanan PSAT Impor terhadap Risiko Kontaminasi Logam Berat di Indonesia}, journal = {Law, Development and Justice Review}, volume = {9}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {}, abstract = { Keamanan pangan segar asal tumbuhan (PSAT) impor menjadi isu strategis di Indonesia mengingat tingginya potensi kontaminasi logam berat yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas implementasi kebijakan pengawasan PSAT impor terhadap risiko kontaminasi logam berat menggunakan Model Grindle, yang mencakup dua dimensi utama: content of policy dan context of implementation . Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan data primer melalui wawancara dengan otoritas pengawasan pangan (Barantan, BPOM, dan Bapanas), serta data sekunder dari regulasi nasional dan standar internasional seperti Codex Alimentarius dan EU Regulation 2023/915 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi content of policy , kebijakan pengawasan telah memiliki dasar hukum kuat melalui Permentan No. 53/2018 dan Peraturan Bapanas No. 10/2024. Namun, masih terdapat ketidakharmonisan batas maksimum cemaran (BMC) antar lembaga dan belum terintegrasinya mekanisme traceability serta product recall dalam sistem digital pengawasan. Pada dimensi context of implementation , tantangan utama mencakup koordinasi antar-lembaga yang belum optimal, keterbatasan kapasitas laboratorium, serta belum terhubungnya sistem IQFAST dan INRASFF secara interoperabel . Integrasi kedua sistem tersebut dalam satu risk-based integrated food safety surveillance dinilai strategis untuk membangun sistem pengawasan pangan nasional yang end-to-end , berbasis bukti ilmiah, dan responsif terhadap ancaman kontaminasi logam berat. Pemanfaatan teknologi Quarantine-AI , big data analytics , dan machine learning berpotensi memperkuat ketepatan risk profiling serta mempercepat respon insiden keamanan pangan. Kata kunci: kebijakan, keamanan pangan, Pangan Segar Asal Tumbuhan, logam berat, Model Grindle }, issn = {2655-1942}, pages = {62--81} doi = {10.14710/ldjr.9.2026.62-81}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/lj/article/view/30281} }
Refworks Citation Data :
Keamanan pangan segar asal tumbuhan (PSAT) impor menjadi isu strategis di Indonesia mengingat tingginya potensi kontaminasi logam berat yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas implementasi kebijakan pengawasan PSAT impor terhadap risiko kontaminasi logam berat menggunakan Model Grindle, yang mencakup dua dimensi utama: content of policy dan context of implementation. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan data primer melalui wawancara dengan otoritas pengawasan pangan (Barantan, BPOM, dan Bapanas), serta data sekunder dari regulasi nasional dan standar internasional seperti Codex Alimentarius dan EU Regulation 2023/915.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi content of policy, kebijakan pengawasan telah memiliki dasar hukum kuat melalui Permentan No. 53/2018 dan Peraturan Bapanas No. 10/2024. Namun, masih terdapat ketidakharmonisan batas maksimum cemaran (BMC) antar lembaga dan belum terintegrasinya mekanisme traceability serta product recall dalam sistem digital pengawasan. Pada dimensi context of implementation, tantangan utama mencakup koordinasi antar-lembaga yang belum optimal, keterbatasan kapasitas laboratorium, serta belum terhubungnya sistem IQFAST dan INRASFF secara interoperabel. Integrasi kedua sistem tersebut dalam satu risk-based integrated food safety surveillance dinilai strategis untuk membangun sistem pengawasan pangan nasional yang end-to-end, berbasis bukti ilmiah, dan responsif terhadap ancaman kontaminasi logam berat. Pemanfaatan teknologi Quarantine-AI, big data analytics, dan machine learning berpotensi memperkuat ketepatan risk profiling serta mempercepat respon insiden keamanan pangan.
Kata kunci: kebijakan, keamanan pangan, Pangan Segar Asal Tumbuhan, logam berat, Model Grindle
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to LDJR and Faculty of Law, Universitas Diponegoro as publisher of the journal. Copyright encompasses rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms, and any other similar reproductions, as well as translations.
LDJR and Faculty of Law, Universitas Diponegoro and the Editors make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in MMH journal are the sole responsibility of their respective authors and advertisers.
(Penulis yang mengirimkan naskah melakukannya dengan pengertian bahwa jika diterima untuk publikasi, hak cipta artikel tersebut akan diberikan kepada LDJR dan Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro sebagai penerbit jurnal. Hak cipta mencakup hak untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya. LDJR dan Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro dan Editor berusaha keras untuk memastikan bahwa tidak ada data, pendapat, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan dipublikasikan di jurnal. Dengan cara apa pun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan dalam jurnal MMH adalah tanggung jawab masing-masing penulis dan pengiklan.)
Diterbitkan Oleh:
Diponegoro Law Firm, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Bekerjasama dengan DPC PERADI Semarang.
DLF, Gedung PKM Lt. 1. Jl. A. Suroyo, Gd Prof. Purwahid Patrik, Tembalang-Semarang
Email: diponegorolawfirm@live.undip.ac.id Telp. 024-76918201 Fax. 024-76918206 View My Stats