skip to main content

Kontribusi Kebakaran Hutan terhadap Distribusi Spasial Gas CO2 Akibat Fenomena El Nino di Provinsi Jambi

*Eva Gusmira orcid  -  Physics Study Program, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Jl. Jambi - Ma. Bulian KM. 16 Simpang Sungai Duren, Kec. Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia 36361, Indonesia
Try Susanti orcid scopus  -  Program Studi Biologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Jambi, Indonesia, Indonesia
Arif Ma'rufi  -  Stasiun Klimatologi Jambi, Jambi, Indonesia, Indonesia
Scendy Nawa Malini  -  Program Studi Fisika, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Jambi, Indonesia, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2025 Jurnal Wilayah dan Lingkungan
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract
Fenomena El Nino memberikan dampak terhadap perubahan iklim di Indonesia khususnya di Provinsi Jambi. Fenomena ini akan menimbulkan kekeringan yang berkepanjangan dan memicu terjadinya bencana kebakaran hutan dan meningkatkan jumlah gas rumah kaca di udara termasuk CO2. Artikel ini bertujuan untuk memetakan distribusi gas CO2 secara spasial akibat kebakaran hutan di Provinsi Jambi dan melihat kesesuaian pola penyebaran angin dengan penyebaran kebakaran hutan. Artikel ini menggunakan data parameter gas CO2 yang diambil dalam bentuk grid pada tahun 2015 dan tahun 2019 yang merupakan tahun El Nino kuat dan El Nino lemah. Data hotspot dan pola angin ketinggian 1000 milibar untuk mendukung distribusi CO2 tersebut. Data grid diolah menggunakan software Grid Analysis Display Sistem (GrADS). Pemetaan pola distribusi gas CO2, kejadian kebakaran hutan dianalisis menggunakan software ArcGIS 10.8. Distribusi spasial CO2 dari 11 kabupaten di Provinsi Jambi menunjukkan pola penyebaran CO2 mengikuti pola penyebaran titik hotspot dan dipengaruhi oleh pola distribusi angin permukaan pada tahun 2015 dan tahun 2019. Tingkat emisi CO2 pada saat kebakaran hutan di tahun 2015 lebih tinggi dibandingkan emisi CO2 pada saat kebakaran hutan di tahun 2019. Hasil ini mengimplikasikan bahwa El Nino sangat mempengaruhi tingginya  emisi gas CO2 di Provinsi Jambi yang dihasilkan oleh kebakaran hutan baik saat El Nino kuat maupun El Nino lemah. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah untuk lebih mewaspadai bencana yang ditimbulkan oleh fenomena El Nino dan mewaspadai aktivitas manusia yang menjadi pemicu kebakaran hutan.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Instrument

Subject
Type Research Instrument
  Download (221KB)    Indexing metadata
Keywords: Bencana; El Nino; Gas CO2; Kebakaran Hutan

Article Metrics:

  1. Ahmad, F., & Goparaju, L. (2019). Forest Fire Trend and Influence of Climate Variability in India: A Geospatial Analysis at National and Local Scale. Ekologia Bratislava, 38(1), 49–68. https://doi.org/10.2478/eko-2019-0005
  2. Arrafi, M., Somantri, L., Ridwana, R., Sensing, R., Ratio, B., & Panas, T. (2022). Pemetaan Tingkat Keparahan Kebakaran Hutan dan Lahan Menggunakan Algoritma Normalized Burn Ratio ( NBR ) Pada Citra Landsat 8 di Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Geosains Dan Remote Sensing (JGRS), 3(1), 10–19
  3. Carvalho, T. C., Wittmann, F., Piedade, M. T. F., Resende, A. F. de, Silva, T. S. F., & Schöngart, J. (2021). Fires in Amazonian Blackwater Floodplain Forests: Causes, Human Dimension, and Implications for Conservation. Frontiers in Forests and Global Change, 4. https://doi.org/10.3389/ffgc.2021.755441
  4. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, & Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2024). Sistem Pemantauan Karhutla. 2023
  5. Dong, X., Chen, H., Zhou, Y., Hsu, P. C., & Zhang, W. (2024). Disentangling the Complexities of How Underlying Surface Thermal Factors Influence July Precipitation in Eastern China. Journal of Climate, 37(19), 5105–5129. https://doi.org/10.1175/JCLI-D-23-0748.1
  6. Eilenberg, M. (2022). The Last Enclosure: Smoke, Fire and Crisis on The Indonesian Forest Frontier. Journal of Peasant Studies, 49(5), 969–998. https://doi.org/10.1080/03066150.2021.1907355
  7. El Mazi, M., Boutallaka, M., Saber, E.-R., Chanyour, Y., & Bouhlal, A. (2024). Forest fire risk modeling in Mediterranean forests using GIS and AHP method: case of the high Rif forest massif (Morocco). Euro-Mediterranean Journal for Environmental Integration, 9(3), 1109–1123
  8. Fangrong, Z., Yuning, G., Guochao, Q., Yi, M., & Guofang, W. (2024). Multi-factor coupled forest fire model based on cellular automata. Journal of Safety Science and Resilience, 5(4), 413–421
  9. Golkar, F., & Mousavi, S. M. (2022). Variation of XCO2 anomaly patterns in the Middle East from OCO-2 satellite data. International Journal of Digital Earth, 15(1), 1218–1234. https://doi.org/10.1080/17538947.2022.2096936
  10. Hidayat, A., Sitanggang, I. S., & Syaufina, L. (2024). Classification of forest and land fire severity levels using convolutional neural network. BIO Web of Conferences, 123. https://doi.org/10.1051/bioconf/202412301030
  11. Jeong, Y. C., Yeh, S. W., Lim, Y. K., Santoso, A., & Wang, G. (2022). Indian Ocean warming as key driver of long-term positive trend of Arctic Oscillation. Npj Climate and Atmospheric Science, 5(1). https://doi.org/10.1038/s41612-022-00279-x
  12. Jo, H. S., Ham, Y. G., Kug, J. S., Li, T., Kim, J. H., Kim, J. G., & Kim, H. (2022). Southern Indian Ocean Dipole as a trigger for Central Pacific El Niño since the 2000s. Nature Communications, 13(1). https://doi.org/10.1038/s41467-022-34721-8
  13. Komalasari, K. E., Dayantolis, W., & Okaem, T. T. (2019). Studi Tren Kenaikan CO2 Hasil Pengukuran pada GAW Bukit Kototabang dan Perbandingannya dengan Data Global. Megasains, 10(2), 16–23. www.r-project.org,
  14. Liu, Z., He, H., Xu, W., Liang, Y., Zhu, J., Wang, G. G., Wei, W., Wang, Z., & Han, Y. (2023). Impacts of Forest Fire Carbon Emission and Mitigation Strategies. Bulletin of Chinese Academy of Sciences, 38(10), 1552–1560
  15. MacCarthy, J., Tyukavina, A., Weisse, M. J., Harris, N., & Glen, E. (2024). Extreme Wildfires in Canada and Their Contribution to Global Loss in Tree Cover and Carbon Emissions in 2023. Global Change Biology, 30(6)
  16. Malinda Hidayat, A., Efendi, U., Agustina, L., Agus Winarso, P., Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, S., Perhubungan No, J. I., Pondok Betung, K., Pondok Aren, K., & Selatan, T. (2018). Korelasi Indeks Nino 3.4 dan Southern Oscilation Iindex(SOI) Dengan Variasi Curah Hujan di Semarang. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 19(2), 75–81. www.bom.gov.au
  17. Martono, M., & Komala, N. (2018). Concentration Conditions of Carbon Dioxide in Bukittinggi During the Event of El Niño 2015. JKPK (Jurnal Kimia Dan Pendidikan Kimia), 3(3), 118. https://doi.org/10.20961/jkpk.v3i3.24860
  18. Molle, B. A., & Larasati, A. F. (2020). Analisis Anomali Pola Curah Hujan Bulanan Tahun 2019 Terhadap Normal Curah Hujan (30 Tahun) di Kota Manado dan Sekitarnya. Jurnal Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika, 7(1). https://web.meteo.bmkg.go.id/id
  19. Pan, X., Chin, M., Ichoku, C. M., & Field, R. D. (2018). Connecting Indonesian Fires and Drought With the Type of El Niño and Phase of the Indian Ocean Dipole During 1979–2016. Journal of Geophysical Research: Atmospheres, 123(15), 7974–7988. https://doi.org/10.1029/2018JD028402
  20. Pasta Dewanti, Y., Adriat, R., & Hadari Nawawi, J. (2018). Pengaruh El Niño Southern Oscillation (ENSO) Terhadap Curah Hujan di Kalimantan Barat. 6(3), 145–151. www.noaa.gov/data/indices/
  21. Roy, D. (2020). ‘On the Horns of a Dilemma’! Climate Change, Forest Conservation and the Marginal People in Indian Sundarbans. Forum for Development Studies, 47(2), 307–326. https://doi.org/10.1080/08039410.2020.1786452
  22. Sinthiya, I. A. P. A., & Kusnadi, D. (2018). Analisis Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan Pemetaan Zona Emisi Menggunakan GIS (Geospasial Information System) di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Explore: Jurnal Sistem Informasi Dan Telematika, 9(2). https://doi.org/10.36448/jsit.v9i2.1078
  23. Sitanggang, I. S., Apriliantono, Syaufina, L., Agmalaro, M. A., & Khotimah, H. (2024). Haze Trajectory Simulation System from Forest and Land Fires in Indonesia Using HYSPLIT. Environment and Ecology Research, 12(1), 54–65. https://doi.org/10.13189/eer.2024.120106
  24. Tenzin, K., Nitschke, C. R., Allen, K. J., Krusic, P. J., Cook, E. R., Nguyen, T. V., & Baker, P. J. (2024). Climate and Humans Interact to Shape the Fire Regime of a Chir Pine (Pinus Roxburghii) Forest in Eastern Bhutan. Fire Ecology, 20(1). https://doi.org/10.1186/s42408-024-00275-x
  25. Yananto, A., Dewi, S., Besar Teknologi Modifikasi Cuaca -Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, B., Ir Mohammad Soebagio, G., Puspiptek, K., Selatan, T., Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah Kata Kunci, P., Nino, E., Permukaan Laut, S., Wind, Z., Curah Hujan, A., & Api, T. (2016). Analysis of the 2015 El Nino Event and Its Influence on the Increase of Hotspots in Sumatera and Kalimantan. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 17(1), 11
  26. Yuniasih, B., Harahap, W. N., & Wardana, D. A. S. (2023). Anomali Iklim El Nino dan La Nina di Indonesia pada 2013-2022. AGROISTA : Jurnal Agroteknologi, 6(2), 136–143. https://doi.org/10.55180/agi.v6i2.332

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.