skip to main content

STRATEGI PENGURANGAN RISIKO BENCANA BANJIR PADA DAS KIRASA, KABUPATEN BULUKUMBA

*Yaumul Asifah  -  Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Jl. H. Yasin Limpo, Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia, Indonesia
Ilham Alimuddin  -  Departemen Teknik Geologi, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia, Indonesia
Andi Idham  -  Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Gowa, Indonesia, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2025 Jurnal Wilayah dan Lingkungan
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract
Bencana banjir kerap terjadi hampir disetiap wilayah, termasuk DAS Kirasa yang terletak di Kabupaten Bulukumba. Bencana banjir yang pernah terjadi di DAS Kirasa menimbulkan kerugian yang cukup besar terhadap masyarakat, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat risiko bencana banjir di DAS Kirasa, Kabupaten Bulukumba, serta merumuskan strategi untuk mengurangi risiko bencana banjir di DAS Kirasa. Analisis risiko bencana benjir adalah metode analisis yang digunakan kemudian diolah menggunakan aplikasi ArcGis 8.10. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat risiko bencana banjir pada DAS Kirasa terbagi dalam 2 kategori yaitu rendah dan tinggi. Untuk tingkat risiko rendah, desa/kelurahan yang termasuk yaitu Barombong, Bonto Sunggu, Polewali, Taccorong, Bialo, dan Balibo. Sedangkan untuk tingkat risiko tinggi yaitu Dampang, Bukit Tinggi, Polewali, Taccrong, Paenre Lampoe, Kalumeme, Ela-Ela, Caile, Terang-Terang, dan Loka. Untuk mengurangi tingkat risiko bencana banjir diperlukan strategi berupa optimalisasi kinerja kelompok tanggap bencana, pemerataan dana bantuan penanggulangan bencana, optimalisasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana serta implementasi aturan penanggulangan bencana dalam mengurangi risiko bencana.
Fulltext View|Download
Keywords: Banjir; DAS; Risiko; Strategi;

Article Metrics:

  1. Abdul Muhari, P. D. (2022). Sebelas Kecamatan di Sintang Dilanda Banjir
  2. Afrian, R. (2021). Kajian Mitigasi Terhadap Penyebab Bencana Banjir di Desa Sidodadi Kota Langsa. Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi, 5(2), 165. https://doi.org/10.32663/georaf.v5i2.1660
  3. Al Fauzi, R. (2022). Analisis Tingkat Kerawanan Banjir Kota Bogor Menggunakan MetodeOverlay dan Scoring Berbasis Sistem Informasi Geografis. Geomedia : Majalah Ilmiah Dan Informasi Kegeografian, 20(2), 96–107. Retrieved from https://journal.uny.ac.id/index.php/geomedia/index
  4. BAPPENAS. Materi Teknis: Revisi Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Berdasarkan Perspektif Pengurangan Risiko Bencana. , (2014)
  5. BNPB. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Tentang Daftar Isi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko. , (2012)
  6. BNPB. Risiko Bencana Indonesia. , (2016)
  7. BPS. Kecamatan Gantarang dalam Angka 2023. , (2023)
  8. BPS. Kecamatan Kindang dalam Angka 2023. , (2023)
  9. BPS. Kecamatan Ujung Bulu dalam Angka 2023,. (2023)
  10. Darmawan, S. M., & Suprajaka. (2016). Analisis Tingkat Risiko Bencana Banjir Pada Kawasan Permukiman ( Studi Kasus : Kelurahan Cengkareng Timur dan Kapuk ). Jurnal Universitas Esa Unggul, 1–11
  11. Fakhri, H., Safrida, & Nasaruddin. (2017). Analisis Kapasitas dan Tingkat Ketahanan Daerah Dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana Di Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmu Kebencanaan (JIKA) Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, 4(3), 76–86
  12. Ka’u, A. A., Takumansang, E. D., & Sembel, A. (2021). Analisis Tingkat Kerawanana Banjir di Kecamatan Sangtombolang Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal Spasial, 8(3), 291–302
  13. Kodoatie, R. J., & Sugiyanto. (2002). Banjir : Beberapa penyebab dan metode pengendaliannya dalam perspektif lingkungan. Pustaka Belajar
  14. Marwan, P., Munirwan, R., & Sundary, D. (2013). Hubungan Parameter Kuat Geser Langsung Dengan Indeks Plastisitas Tanah Desa Neuheun Aceh Besar. Jurnal Teknik Sipil, 3(1)
  15. Mawardi, I. (2010). Kerusakan daerah aliran sungai dan penurunan daya dukung sumberdaya air di pulau jawa serta upaya penanganannya. Jurnal Hidrosfir Indonesia, 5(2), 1–11
  16. Oxfam. (2012). Analisis kerentanan dan Kapasitas Partisipatif Oxfam: Sebuah Pedoman Praktisi. Terjemahan Tim Proyek Membangun Ketahanan terhadap Bencana. Jakarta: Oxfam Indonesia
  17. Paramitha, P. P., Tambunan, R. P., & Indra, T. L. (2020). Kajian Pengurangan Risiko Bencana Banjir di DAS Ciliwung. IJEEM: Indonesian Journal of Environmental Education and Management, 5(2), 100–124. https://doi.org/doi.org/10.21009/IJEEM.052.01
  18. Saifudin, I. and S. (2017). Kajian Respon Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Karakteristik Hidrologi Das Garang. Eprints Undip, 21–45
  19. Setiawan, A. (2022). Penilaian Risiko Bencana Abrasi Dan Banjir Rob di Pulau Bengkalis
  20. Suripin. (2002). Pengelolaan Sumber Daya Tanah dan Air (1st ed.). Yogyakarta: Andi
  21. Widyantoro, I. A., & Usman, F. (2021). Perhitungan Risiko Bencana Banjir Di Kecamatan Kanor. Planning for Urban Region and Environment, 10(3), 13–22

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.