skip to main content

Analisis Daya Dukung Fisik Ekosistem Hutan Mangrove Air Tiba Kota Kaimana Provinsi Papua Barat

*Descorina Priscilia Br Sitompul  -  Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284, Indonesia
Langgeng Wahyu Santosa  -  Program Studi Ilmu Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
Bachtiar Wahyu Mutaqin  -  Program Studi Ilmu Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
Adellia Agusta  -  Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Provinsi NTT Indonesia, Indonesia
Zulkifli Djamaluddin Umar  -  Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Provinsi NTT Indonesia, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 Jurnal Wilayah dan Lingkungan
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract
Ekosistem hutan mangrove memiliki beberapa manfaat terkait fungsi fisiknya, antara lain sebagai mitigasi bencana dengan meredam gelombang dan angin badai bagi daerah di belakangnya, melindungi pantai dari abrasi, air pasang, tsunami, menahan lumpur dan memerangkap sedimen dari aliran permukaan, mencegah intrusi air laut ke daratan, serta dapat menetralkan pencemaran perairan hingga batas tertentu. Namun, keberadaan mangrove kian menurun karena pemanfaatan yang berlebihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai daya dukung fisik dan menyusun strategi pengelolaan yang tepat untuk meningkatkan daya dukung ekosistem mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya dukung fisik hutan mangrove sebagai pemecah gelombang = Rp 512.010.243,-/tahun dan nursery ground = 678.333.750,-/tahun. Total seluruh nilai daya dukung fisik diperoleh dari ekosistem hutan mangrove di kawasan Air Tiba= Rp 1.503.183.993/tahun. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi utama untuk meningkatkan ekosistem mangrove diantaranya dengan penyusunan peraturan konservasi dan pemanfaatan kawasan mangrove dengan partisipasi masyarakat, penyusunan rencana pengembangan ekowisata dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung hutan mangrove Air Tiba, penyusunan zonasi pemanfaatan wilayah pesisir Air Tiba khususnya kawasan mangrove untuk mencegah konflik, pembuatan basis data mangrove melalui kerja sama dengan akademisi melalui pendidikan, penelitian dan pelayanan, dan peningkatan pemantauan dan rehabilitasi ekosistem mangrove, dan peningkatan pemantauan dan rehabilitasi ekosistem mangrove.
Keywords: Daya Dukung; Ekosistem Mangrove; Fisik; Wilayah Pesisir

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Articles
Language : ID
  1. BPS Kaimana. (2019). Kecamatan Kaimana dalam angka 2019. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kaimana
  2. Damanik, J., & Weber, H. F. (2006). Perencanaan pariwisata: Dari teori ke aplikasi. Penerbit Andi
  3. Dewi Kumala (2021) Analisis Daya Dukung Konservasi pada Ekowisata Kebun Raya Baturraden di Banyumas. Masters thesis, Universitas Jenderal Soedirman
  4. Ely, A. J., Tuhumena, L., Sopaheluwakan, J., & Pattinaja, Y. (2021). Strategi Pengelolaan Ekosistem Hutan Mangrove di Negeri Amahai.Triton: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, Ambon. Vol.17(1), hal. 57-67
  5. Fauzi A. (2000). Persepsi terhadap Nilai Ekonomi Sumber Daya. Makalah pada Pelatihan untuk Pelatih, Pengelolaan Pesisir Terpadu. Bogor, November 2000. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor
  6. Harfiadin & Mokodompit, E. A. (2024). Penyebab Kerusakan dan Upaya Pelestarian Ekosistem Mangrove di Kabupaten Wakatobi. Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora, 1 (3), 314-321
  7. Kaimanews. (2023, October 10). DKP Papua Barat tanam 3.500 pohon mangrove di pesisir pantai Kaimana. Kaimanews
  8. Konom, N. H., Cabuy, R. L., & Wanma, A. O. (2019). Identifikasi kerusakan areal hutan mangrove akibat aktivitas penduduk di daerah Airtiba Kabupaten Kaimana. Jurnal Kehutanan Papuasia, 5(2), 153–163
  9. Kordi, H.G.M., (2012). Ekosistme Mangrove: Potensi, Fungsi, dan Pengelolaan. Rineka Cipta. Jakarta
  10. Lasibani, S. M., & Eni, K. (2009). Pola penyebaran pertumbuhan "propagul" mangrove Rhizophoraceae di kawasan pesisir Sumatera Barat. Jurnal Mangrove dan Pesisir, 10(1), 33-38
  11. Lugina, M., Indartik, Alviya, I., Pribadi, M. A., & Sari, G. K. (2016). Strategi pengelolaan mangrove berbasis masyarakat. Policy Brief
  12. Martuti, N.K.T., Hidayah, I., dan Margunani. (2018). Peran Mangrove dalam Perkembangan Batik Pesisiran di Kota Semarang. Semnas Konservasi dan Pemanfaatan Keragaman Hayati untuk Kesejahteraan Bangsa: 45-52. https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/prosemnas/ article/view/2102/1872
  13. Murdiyarso, D., Purbopuspito, J., Kau, J. B., Warren, M. W., Sasmito, S. D., Donato, D. C., … Kurnianto, S. (2015). The potential of Indonesian mangrove forests for global climate change mitigation. Nature Climate Chnge, 8–11. https://doi.org/10.1038/NCLIMATE2734
  14. Noor, M. (2014). Valuasi ekonomi ekosistem hutan mangrove di Desa Tanggultlare Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Skripsi). Universitas Brawijaya
  15. Osmaleli. (2013). Analisis ekonomi dan kebijakan pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan di Desa Pabean Udik, Kabupaten Indramayu. Tesis. Bogor: IPB
  16. Sari, R., Prasetyo, L. B., & Hidayati, N. (2019). Nilai ekonomi ekosistem mangrove di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 9(1), 45-58
  17. Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2022, 13 November). Arti pesan mangrove Indonesia di G20: Atasi krisis iklim global. . https://www.setneg.go.id/baca/index/arti_pesan_mangrove_indonesia_di_g20_atasi_krisis_ikli _global
  18. Supriharyono, (2009). Konservasi Ekosistem Sumberdaya Hayati di Wilayah Pesisir dan Laut Tropis. Pustaka Pelajar. Yogyakarta
  19. Suryawan, A., Asmadi, N., dan Subiandono, E. (2015). Teknologi penanaman Rhizophora mucronata Lamk untuk mengatasi abrasi pulau kecil dan mitigasi bencana. dalam Thomas, A. dan Nurrani, L. (eds), Seminar Hasil - Hasil Penelitian “Benang Merah Konservasi Flora dan Fauna dengan Perubahan Iklim” (p.01–12). Manado: Balai Penelitian Kehutanan Manado
  20. Tabalessy, R. (2014). Pengelolaan ekosistem mangrove di Kota Sorong Provinsi Papua Barat. Universitas Sam Ratulangi

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.