skip to main content

Karakteristik Bayi Berat Badan Lahir Rendah Di Puskesmas Poncol Tahun 2025

*Nuzaibah Azzahra  -  Universitas Dian Nuswantoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting yang berkaitan dengan tingginya angka kesakitan dan kematian bayi, terutama pada periode neonatal. Kejadian BBLR dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal dan perinatal, namun gambaran karakteristik bayi BBLR di tingkat pelayanan kesehatan primer masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bayi dengan berat badan lahir rendah di Puskesmas Poncol Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan metode total sampling. Subjek penelitian adalah seluruh bayi dengan berat lahir <2500 gram yang lahir pada periode Januari–Desember 2025 sebanyak 11 bayi, yang terdiri dari 10 bayi BBLR dan 1 bayi dengan berat badan lahir sangat rendah (BBLSR). Data diperoleh dari rekam medis ibu dan bayi meliputi usia ibu, usia kehamilan, jenis kelamin bayi, paritas, jarak kehamilan, jenis persalinan, serta jumlah kunjungan antenatal care (ANC), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi termasuk dalam kategori BBLR (76,9%), berjenis kelamin laki-laki (53,8%), lahir dari ibu berusia 20–35 tahun (84,6%), dengan usia kehamilan ≥36 minggu (53,8%), serta dilahirkan melalui persalinan sectio caesarea (53,8%). Seluruh ibu melakukan kunjungan ANC lebih dari enam kali selama kehamilan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian BBLR di Puskesmas Poncol dipengaruhi oleh karakteristik maternal dan perinatal. Oleh karena itu, disarankan adanya penguatan pemantauan kehamilan dan peningkatan kualitas pelayanan antenatal sebagai upaya pencegahan BBLR di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Fulltext Email colleagues

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Maidartati, Tania M, Iklima N, Saputra A, Khasanah U. Perawatan Berat Bayi Lahir Rendah. Bhakti Sabha Nusant. 2024;03(2):99–104
  2. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. Jumlah Bayi Lahir, Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), dan Bergizi Kurang Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah (Jiwa) 2023 [Internet]. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. 2023. Available from: https://jateng.bps.go.id/id/statistics-table/2/Mzc4IzI=/jumlah-bayi-lahir-bayi-berat-badan-lahir-rendah-bblr-bblr-dirujuk-dan-bergizi-buruk-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-jawa-tengah.html
  3. Pakaya N, Ishak MA, Arsyad APG, Yunus F, Usman AM, Pakaya INE. Peningkatan Pengetahuan Keluarga Terkait Perawatan BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah ) di RSUD Prof. DR. Aloei Saboe. Krepa Kreat Pada Abdimas. 2024;7(5)
  4. Ningrum DNA, Aisyah GH. Determinants of Low Birth Weight in Indonesia (IFLS 5 Data Analysis). J Heal Educ [Internet]. 2024;8(2):118–29. Available from: http://journal.unnes.ac.id/sju/jhealthedu/%0ADeterminants
  5. Gemilastari R, Zeffira L, Malik R, Septiana VT. Karakteristik Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah ( BBLR ). Sci J [Internet]. 2021;3(1):16–26. Available from: http://journal.scientic.id/index.php/sciena/issue/view/17
  6. Lestari JF, Etika R, Lestari P, Kebidanan PS, Kedokteran F, Airlangga U, et al. Faktor Risiko Maternal Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR): Studi Systematic Review. 2020;4(1):73–81
  7. Haji U, Utara S. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah ( BBLR ) Di RSUD Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan Tahun 2021. 2021;1(2):57–62
  8. Barzilay B, Shirman N, Bibi H, Abu-Kishk I. Newborn gender as a predictor of neonatal outcome in mixed gender twins born with very low birth weight. BMC Pediatr. 2019;19(1):1713
  9. Dan P, Neonatal K. Usia Ibu dan Hubungannya Dengan Kondisi Kehamilan, Persalinan, Postpartum dan Kondisi Neonatalty- JOUR AU - Aradhya, Siddartha AU - Tegunimataka, Anna AU - Kravdal, Øystein AU - Martikainen, Pekka AU - Myrskylä, Mikko AU - Barclay, Kieron AU - Goisis, Al. 2024;6:2699–707
  10. Penelitian A. Determinan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah. 2020;7(3):141–9
  11. Penelitian A. Artikel Penelitian Hubungan Antenatal Care dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah pada Ibu Aterm di RSUP Dr . M . Djamil Padang. 2015;6(3):615–20
  12. Genowska A, Motkowski R, Strukcinskaite V, Abramowicz P, Konstantynowicz J. Inequalities in Birth Weight in Relation to Maternal Factors: A Population-Based Study of 3,813,757 Live Births. Int J Environ Res Public Health. 2022;19(3):1384
  13. Patterson JK, Thorsten VR, Eggleston B, Nolen T, Lokangaka A, Tshefu A, et al. Building a predictive model o. 2023;
  14. Aradhya S, Tegunimataka A, Kravdal Ø, Martikainen P, Myrskylä M, Barclay K, et al. Maternal age and the risk of low birthweight and pre-term delivery: a pan-Nordic comparison. Int J Epidemiol. 2023;52(1):156–64
  15. Garces A, Perez W, Harrison MS, Hwang KS, Nolen TL, Goldenberg RL, et al. Association of parity with birthweight and neonatal death in five sites: The Global Network’s Maternal Newborn Health Registry study. Reprod Health. 2020;17(Suppl 3):182
  16. Page L, Younge N, Freemark M. Hormonal Determinants of Growth and Weight Gain in the Human Fetus and Preterm Infant. Nutrients. 2023;15(18):4041

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.