skip to main content

Penerapan Teori Lawrence Green dalam Analisis Faktor Perilaku Merokok Remaja di Kelurahan Pakintelan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

*Atifa Dalia  -  Faculty of Public Health, Diponegoro University, Jl. Prof. Jacub Rais, Tembalang, Semarang, Central Java, Indonesia, 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Kecamatan Gunungpati tercatat memiliki persentase rumah tangga bebas rokok terendah di Kota Semarang, dengan Kelurahan Pakintelan sebagai wilayah terendah. Indikator PHBS pada aspek bebas rokok mengalami penurunan dari 43% pada tahun 2022 menjadi 41% pada tahun 2023, sementara di Kelurahan Pakintelan turun dari 32% menjadi 27%. Kondisi ini mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup tanpa rokok. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada remaja di Kelurahan Pakintelan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada April–Agustus di Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Sampel berjumlah 106 remaja usia 10–21 tahun yang dipilih dengan accidental sampling berdasarkan rumus minimal sampling (sampling error 10%). Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. kemudian dianalisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (α = 0,05).  Hasil: Sebanyak 59,4% responden merupakan remaja yang tidak merokok, sedangkan 40,6% lainnya merupakan remaja perokok. Faktor-faktor yang terbukti berhubungan dengan perilaku merokok yaitu usia (p=0,002), jenis kelamin (p=0,000), uang saku (p=0,023), pengetahuan tentang rokok (p=0,015), sikap terhadap rokok (p=0,000), aksesibilitas rokok (p=0,000), paparan iklan rokok (p=0,003), peran teman sebaya (p=0,000), dan peran orang tua (p=0,000). Sementara itu, variabel akses informasi mengenai bahaya rokok tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,393). Simpulan: Faktor usia, jenis kelamin, uang saku, pengetahuan, sikap, aksesibilitas rokok, paparan iklan, peran teman sebaya, serta peran orang tua berhubungan signifikan dengan perilaku merokok remaja. Sebaliknya, akses informasi mengenai bahaya rokok tidak memiliki keterkaitan dengan perilaku merokok pada remaja.

Fulltext

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.