skip to main content

INTRODUKSI TEKNOLOGI SHREDDER UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI MINUMAN KESEHATAN BERBASIS REMPAH-RAMPAH

*Sutrisno Sutrisno  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Didik Ariwibowo  -  Universitas Diponegoro
Open Access Copyright 2020 Jurnal Pengabdian Vokasi

Citation Format:
Abstract
Kegiatan PKUM-PNBP UNDIP tahun 2020 bertujuan untuk meningkatkan pendapatan UMKM ”Tiga Dara” yang memproduksi minuman kesehatan serbuk instan berbasis rempah-rempah. Proses produksi serbuk instan UMKM ini masih bersifat konvensional, mulai dari pemarutan, pemerasan, kristalisasi, penggilingan, pengayakan hingga pengemasannya. Oleh karenanya perlu menerapkembangkan teknologi melalui introduksi teknologi di UMKM agar dapat  memproduksi secara optimal dengan kualitas yang terjamin. Salah satu introduksi alat berbasis riset di UMKM adalah unit peralatan shredder. Alat shredder diaplikasikan untuk tujuan memperkecil ukuran rempah sebelum diekstraksi. Pengecilan ukuran bertujuan untuk memaksimalkan hasil ekstraksi. Kegiatan pengembangan dan introduksi unit peralatan shredder dilakukan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UNDIP Semarang melalui kegiatan Program Penguatan Komoditi Unggulan Masyarakat (PKUM).  Kegiatan ini meliputi: (i) desain dan pabrikasi unit peralatan shredder kapasitas 50 kg/jam, (ii) uji fungsional alat, (iii)  pengujian  adaptasi  dan  evaluasi  penerapan  alat,  (iv)  penyusunan  dokumen Petunjuk Pengoperasian, dan (v) evaluasi tekno-ekonomi. Alat shredder ini terdiri dari komponen utama yaitu: (a) hopper dan guide plate, (b) drum shredder, (c) housing, (d) outlet chute, (e) rangka mesin, dan (f) motor bensin. Prinsip kerja dari alat shredder ini adalah mengarahkan rempah, yang bergerak ke bawah secara gravitasi, menuju ke drum shredder. Saat kontak dengan drum shredder, rempah disayat-sayat oleh metal nubs yang terpasang pada drum shredder. Sayatan pendek rempah keluar secara gravitasi melalui outlet chute. Nantinya, sayatan pendek ini akan diekstraksi di alat ekstraksi manual untuk mendapatkan ekstrak rempah. Total biaya prduksi yang muncul pada proses shredding adalah sebesar Rp. 200,- setiap kilogramnya. Introduksi alat shredder ini memberikan dampak ekonomi yang siknifikan pada UMKM “Tiga Dara”. Sebelum mendapat bantuan alat shredding, proses shredding dilakukan secara manual, dengan biaya sebesar Rp. 1.200 per kg. Dengan demikian selisih biaya tersebut adalah Rp. 1.000,-. Dalam satu bulan, rata-rata produksi menghabiskan bahan baku sebanyak 2,5 ton. Dengan demikian, selisih biaya tersebut menjadi tambahan pendapatan dalam satu bulan sebesar Rp. 2.500.000.
Fulltext View|Download
Keywords: shredder; rempah-rempah; jamu; biaya produksi; uji fungsional

Article Metrics:

  1. US Patent 6,722,260
  2. Khurmi, R.S, “A Textbook of Machine Design, Eurasia Publishing House (Pvt) LTD, 1979
  3. http://mechtechroyal.blogspot.com/2013/01/advantages-and-disadvantages-of-v-belt.html (2013, January 30)
  4. US Patent 3,212,543
  5. US Patent Des.335,615
  6. A. Sadiq, Design and Engineering, in Sajil Raj P. R.. et. al., “Design of an Innovative Coconut Grating Machine Using Tinkercad”, International Journal of Research in Mechanical Engineering, Volume 4, Issue 3, May-June, 2016, pp. 178-182

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.