skip to main content

RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA PEKUNDEN

*MUHAMMAD FARHAN RAMADHAN  -  Departemen Arsitektur Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Layaknya kota metropolitan pada umumnya, Kota Semarang merupakan salah satu pusat
industri dan perdagangan sehingga mendorong penduduk dari daerah-daerah lain untuk mencari
pekerjaan di sini. Namun pada kenyatananya kondisi ini mengakibatkan timbulnya pemukiman
padat penduduk dari kelas bawah di pusat Kota Semarang yang mau tidak mau berdampingan
dengan gedung-gedung di pusat kota. Maka dari itu konsep “Rumah Susun Sederhana Sewa”
merupakan alternatif pemecahan permasalahan penyediaan perumahan serta prasarana lingkungan
perkotaan yang diarahkan secara vertikal, sehingga dapat meningkatkan usaha pembangunan
perumahan permukiman yang fungsional bagi masyarakat perkotaan.
Rusun Pekunden muncul sebagai fenomena berkonsep kampung vertikal yang menyediakan
hunian ditengah kota yang padat penduduk (sebagai urban renewal). Diharapkan dengan
tersedianya bangunan ini, hubungan bermasyarakat antara warga penghuni rusun serta warga
sekitar kompleks rusun dapat terjalin dengan baik. Namun pada kenyataanya desain yang ada saat
ini menjadi suatu yang terkesan sangat eksklusif tanpa melihat konteks untuk siapa dan berada
dimana lokasi bangunan tersebut. Berdasarkan pada permasalahan tersebut maka perlu adanya
suatu desain baru untuk tipologi rumah susun sederhana sewa dengan meperhatikan konteks
pengguna dan lokasi.

Fulltext View|Download
  1. Wiryanti, K. D., & Rudiarto, I. (2015). Evaluasi Rumah Susun Pekunden Berdasarkan Kaidah Layak Huni dan Berkelanjutan. RUANG, 241-250
  2. Sarah Susanka- The Not So Big House
  3. Yu sing – Rumah micro dalam pandangan yu sing
  4. Hadi, M. (2019, 01). Kajian Kesesuaian Tinggi Bangunan Di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Bandar Udara Internasional

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.