skip to main content

PUSAT REHABILITASI DAN PENDIDIKAN DOWN SYNDROME SEMARANG

*ALDHILA WANDA ALLISYA  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Down Syndrome merupakan penyakit kelainan kromosom yang diikuti oleh keterbelakangan fisik dan mental. Menurut
WHO (World Health Organizations), terdapat 8 juta penduduk pengidap Down Syndrome sedunia. Sedangkan di Indonesia
sendiri, di Indonesia sendiri, studi epidemiologi RISKESDAS menyatakan angka kecacatan Down Syndrome di Indonesia
memiliki nilai sebesar 0.12% pada tahun 2010 dan terjadi peningkatan sebesar 0.13% pada tahun 2013. Angka ini terus meningkat
tiap tahunnya. Dalam mengakomodasi kebutuhan penderita Down Syndrome, maka disediakan SLB sebagai wadah pendidikan
dan fasilitas rehabilitasi medik untuk upaya pemulihan. Akan tetapi di Kota Semarang, belum terdapat tempat yang secara khusus
menangani penderita Down Syndrome. Faktanya, fasilitas yang ada masih terintegrasi dengan pengguna disabilitas lain sehingga
hal ini dianggap kurang efektif dan efisien.
Pusat Rehabilitasi dan Pendidikan Down Syndrome dirancang untuk menjadi habitat atau wadah yang dapat memenuhi
kebutuhan utama para penderita Down Syndrome yakni pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial di Kota Semarang serta
diharapkan pengguna dapat hidup berdampingan dengan pengguna non difabel, mengasah softskill maupun hardskill penderita
Down Syndrome, juga membangun dan meningkatkan konektivitas antara penderita Down Syndrome dengan non difabel.
Penggunaan pendekatan arsitektur multisensori juga diharapkan mampu membantu proses pemulihan dan perkembangan
secara lebih cepat melalui stimulasi kemampuan sensorik dan motorik bawaan dari penderita Down Syndrome.

Fulltext View|Download
  1. Purnamasari, Dinda. 2017. Dari website tirto. Diakses 28 Februari 2020. https://tirto.id/lebih-dekat-dengan-down- syndrome-clbN
  2. Carless, S. 2011. The Study of Sensory Stimulation as An Architectural Design Tool: A Proposed Children’s Centre and Community Facility in Umlazi. Retrieved February 27th, 2020, from
  3. https://researchspace.ukzn.ac.za/xmlui/handle/104131/862
  4. Gunarhadi. (2005). Penanganan Anak Syndrome Down Dalam Lingkungan Keluarga dan Sekolah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
  5. Christine Agustina, 2013. Evaluasi Ruang Terapi Anak Down Syndrome. Majalengka. Universitas Majalengka

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.