BANYUMAS CULTURAL CENTER

*PRANA KUSUMA  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 15 Nov 2019; Published: 18 Nov 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Statistics: 60 56
Abstract

Lokus kebudayaan Banyumas sendiri memiliki ciri khas yang berbeda dari
masyarakat Jawa pada umumnya yaitu basis kehidupan kerakyatan yang
egalitarianisme, anti struktur, kerakyatan, dan keterbukaan. Pengembangan
sebuah cultural center yang mengkonsepsikan sentralisasi dan wadah apresiasi
berbagai bentuk kebudayaan Banyumas dalam satu lokasi pada sebuah kawasan
kawasan kota merupakan hal yang penting dalam membangun citra ikon kota dan
mempermudah aktivitas kebudayaan masyarakat Banyumas. Pengembangan
bangunan Banyumas cultural center yang mengadopsi konsep ruang publik kota
membuka untuk memaksimalkan kegiatan positif kota untuk menghindarkannya
dari penyebaran titik jenuh aktivitas kota.
Konteks pengembangan Pusat Kebudayaan yang mengakar pada tradisi
dengan mengedepankan pendekatan etnografi dalam menganalisis ruang
aktivitas di dalamnya akan memaksimalkan ruang yang menghargai aktivitas
kebudayaan kota dalam wadah ruang publik yang baik. Konstelasi
pengembangan cultural center pada ruang publik kota yang baik akan membuka
insklusifitas aktivitas kebudayaan bukan hanya dikembangkan oleh pegiat budaya
saja tetapi seluruh masyarakat kota

Article Metrics:

  1. dler, David. (1968). Metric Handbook Planning and Design Data Second Edition. Architectural Press. London
  2. Appleton, Ian. (2008). Building For The Performing Arts. Italia: Elsevier Limited
  3. C. Kluckhohn. (1953). Universal Categories of Culture Antropology Today, Chicago, University Press
  4. Haque, Usman. (2007) "Distunguishing Concept: Lexicons of Interactive Art Architecture.” Architectural Design 77, 24-31
  5. Poedjosoedarmo, S. (1982). Kedudukan dan Fungsi Bahasa Jawa. Yogyakata: Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan daerah.
  6. Spradley, J.P. (1997). Metode Etnografi. Terjemahan oleh Misbah Yulfa Elisabeth.Yogyakarta : PT Tiara Wacana Yogya.
  7. Synder, James C dan Anthony J. Catanese. (1984). Pengantar Arsitektur. Jakarta Penerbit Erlangga.