HOTEL RESORT PANTAI KEBHINEKAAN DI GUNUNGKIDUL

*MUHAMMAD DENTON ALIF GAHFIRIN  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 15 Nov 2019; Published: 18 Nov 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Statistics: 32 25
Abstract

Dewasa ini Industri Pariwisata Menjadi Sektor Idola di Indonesia dengan
penyumbang PDB, devisa, serta lapangan kerja paling besar, mudah dan cepat
tahun 2018. Hal ini diikuti oleh peningkatan Jumlah Wisatawan yang berkunjung
ke DIY, pada tahun 2013 ke 2017 peningkatannya mencapai 99%, dan pada
daerah Gunungkidul naik 78 %. Selain itu destinasi wisata pantai menjadi idola
dengan pengunjung sebanyak 35% dari 25 jt wisatawan .Destinasi wisata pantai
menjadi penyumbang PAD terbesar ke 2 di DIY. (BPS DIY, 2017)
Sejalan dengan hal tersebut, kebijakan Pemerintah Daerah Setempat
juga turut Mendukung Sektor Pariwisata, salahsatunya yaitu :
1. Arah Kebijakan Pembangunan DIY 2017-2022 untuk menjadikan pantai
selatan wajah baru bagi DIY
2. RPJMD Kabupaten Gunungkidul tahun 2016 – 2021dititik beratkan pada
upaya pengembangan pariwisata.
3. Visi misi pembangunan daerah Gunungkidul 2016 – 2021 salah satunya
mengupayakan ketersediaan penginapan, hotel, restoran, dan akomodasi lain
yang memadai dengan menerapkan konsep arsitektur dan ornamen
bangunan bercirikhas lokal. (Bappeda dan BPS DIY, 2017)

Article Metrics:

  1. Bappeda. (2017). RPJMD Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2017 - 2022. Daerah Istimewa Yogyakarta;
  2. Bappeda. (2017). RPJMD Kabupaten Gunungkidul Tahun 2016 - 2021. Daerah Istimewa Yogyakarta;
  3. BPS. (2017). Gunung Kidul Dalam Angka Tahun 2017. Daerah Istimewa Yogyakarta;
  4. Frick, Heinz dan Tri Hesti Mulyani. (2006) Arsitektur Ekologis. Yogyakarta: Penerbit Kanisius; Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor PM.53/HM.001/MPEK/2013 tentang standar usaha hotel