skip to main content

KAMPUNG VERTIKAL NELAYAN DI TAMBAK LOROK

*EINAR SYAVIRA NUGRAHANI  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Dampak normalisasi Banjir Kanal Timur Semarang menyebabkan kampung Tambakrejo RT 5 RW 15 di kawasan Tambak Lorok terkena gusur. Bentuk penyediaan hunian  berupa rusun oleh pemerintah membawa permasalahan baru yaitu perubahan radikal dalam “kebiasaan hidup”, menimbulkan efek dehumanisasi masyarakat. Kampung Tambakrejo merupakan kawasan pesisir dan mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Perancangan ini berusaha mengembangkan konsep rusun menjadi sebuah Kampung Vertikal Nelayan yang memperhatikan aspek peghuni (lokalitas budaya) dan aspek lingkungan pesisir.  Tujuan Merancang kawasan Kampung Vertikal Nelayan yang dapat mengakomodasi aktivitas masyarakat Tambakrejo RT 5 dan dapat beradaptasi dengan iklim pesisir

Fulltext View|Download
  1. Hutagalung, S. (2017). Jalan Terjal Kampung Vertikal . Retrieved Mei 28, 2019, from https://sarasvati.co.id/news/12/jalan-terjal-kampung-vertikal/
  2. Republik Indonesia. (2011). Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 . Jakarta: Sekretariat Negara
  3. Sing, Y. (2011, Januari 10). Keberagaman Kampung Vertikal. Retrieved Mei 14, 2019, from rumahyusing.blogspot.com:
  4. http://rumah-yusing.blogspot.com/2011/01/keberagaman-kampung-vertikal.html
  5. Simanjuntak, (2014).Morfologi Kampung Nelayan Belawan Medan. Medan
  6. : Universitas Sumatera Utara

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.