skip to main content

IMAGINING SEMARANG 2050 : PUSAT MITIGASI DAN EVAKUASI BENCANA PESISIR KOTA SEMARANG TAHUN 2050

*Arfend Naufal Vicky Hafiza  -  Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Kawasan pesisir utara Kota Semarang, khususnya Kelurahan Tanjung Mas, menghadapi ancaman ekologis ganda berupa kenaikan permukaan air laut (sea level rise) dan laju penurunan muka tanah (land subsidence) yang masif. Kondisi ini memperparah risiko banjir rob ekstrem yang mengancam keselamatan kawasan permukiman padat serta infrastruktur logistik Pelabuhan Tanjung Emas. Penelitian dan perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan prototipe fasilitas tanggap darurat berbasis Adaptive-Resilient Architecture dengan pendekatan Amphibious Architecture dan Hybrid Infrastructure. Metode perencanaan mencakup survei lapangan, analisis makro-mikro tapak, serta analisis pemrograman ruang berdasarkan standar internasional (Sphere Handbook dan UNHCR). Hasil perancangan berupa "Pusat Mitigasi dan Evakuasi Bencana Pesisir Kota Semarang" yang memiliki fungsi ganda (dual-function zoning): beroperasi sebagai pusat riset, edukasi, dan rekreasi publik pada kondisi normal, serta bertransformasi menjadi posko evakuasi mandiri (self-sustaining utility) yang dilengkapi dengan sponge-landscape, sistem panggung terbuka (pilotis), serta fasilitas hunian sementara yang tangguh menghadapi proyeksi iklim ekstrem tahun 2050.
Article Info
Section: Poster Profession
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.