skip to main content

PERANCANGAN PUSAT REHABILITASI BAGI PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK DI JAKARTA SELATAN  MELALUI PENDEKATAN MULTISENSORI

*Callista Trianto  -  UNIVERSITAS DIPONEGORO, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Jumlah penyandang disabilitas di Indonesia terus meningkat dan pada tahun 2024 mencapai 17,8 juta jiwa berdasarkan data BPS. Di DKI Jakarta, jumlah penyandang disabilitas meningkat sekitar 18% dalam dua tahun terakhir, dengan konsentrasi penyandang disabilitas sensorik tertinggi berada di Jakarta Selatan. Namun, wilayah tersebut belum memiliki fasilitas rehabilitasi sensorik yang memadai, sehingga terjadi kesenjangan antara kebutuhan layanan dan ketersediaan fasilitas. Penyandang disabilitas sensorik memerlukan lingkungan binaan yang mampu mengoptimalkan fungsi indera lainnya untuk mendukung proses rehabilitasi. Oleh karena itu, pendekatan arsitektur multisensori diterapkan melalui pengolahan elemen ruang seperti material, tekstur, cahaya, suara, dan aroma agar ruang dapat mendukung rehabilitasi, membangun memori spasial, serta meningkatkan kemandirian pengguna. Perencanaan dilakukan melalui studi literatur, pengumpulan data, dan studi banding fasilitas sejenis. Hasil perancangan mencakup program ruang yang sesuai bagi tunanetra, tunarungu, dan tunawicara, pendekatan fungsional dan arsitektur, serta pemilihan tapak yang aksesibel sesuai RDTR DKI Jakarta. Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana rehabilitasi sekaligus lingkungan inklusif yang mendukung kemandirian penyandang disabilitas sensorik.
Article Info
Section: Poster Bachelor
Language : ID
  1. Pallasmaa, J. (2005). The Eyes of the Skin: Architecture and the Senses. Chichester: John Wiley & Sons. 2. Pemerintah Republik Indonesia. (2016). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.