skip to main content

PERANCANGAN WISATA RELIGI TEGALWARENG

*Mutiara Nabila Wirajaya  -  Program Profesi Arsitek, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Kota Semarang memiliki kekayaan nilai sejarah, akar budaya, dan tradisi lokal yang menjadi fondasi identitas kota. Namun, di tengah akselerasi pembangunan menuju visi kota metropolitan 2050, terjadi ancaman serius berupa memudarnya memori kolektif dan hilangnya jejak-jejak sejarah tersebut. Banyak situs penting yang mulai terabaikan, kehilangan eksistensi, hingga terpinggirkan dari kesadaran publik" Salah satu situs yang merepresentasikan krisis ini adalah Makam Mbah Nyai Genuk di Jalan Sriwijaya yang merupakan sang tokoh perintis (Babad Alas) Tegalsari sekaligus keturunan trah Sunan Amangkurat IV. Kondisi fisik yang terbengkalai menyebabkan situs ini kehilangan marwahnya, bahkan terdegradasi menjadi sekadar area yang dianggap kosong dan sepi. Padahal, keberadaan situs ini sangat penting bagi sejarah peradaban lokal Semarang. Untuk merespons kondisi tersebut, diperlukan sebuah strategi revitalisasi yang tidak hanya memperbaiki kondisi fisik, tetapi juga membangun konektivitas ruang dengan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Dengan mengintegrasikan kedua kawasan ini ke dalam satu koridor budaya yang utuh, situs makam dapat kembali terhubung dengan dinamika aktivitas masyarakat. Perancnagan ini bertujuan untuk merevitalisasi kawasan makam, mengembalikan marwah sejarah yang memudar, serta mewujudkan ruang yang memuliakan sosok Mbah Nyai Genuk sebagai tokoh penting yang patut dihormati oleh generasi masa kini dan mendatang.
Article Info
Section: Poster Profession
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.