skip to main content

COASTAL ADAPTIVE HOUSING : KEHIDUPAN KOMUNITAS INDUSTRI TERBOYO SEMARANG 2050

*Arnia Iga Meirta  -  Program Profesi Arsitek, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Kawasan pesisir Terboyo, Kota Semarang, menghadapi permasalahan banjir rob, penurunan muka tanah, dan dampak perubahan iklim yang mengancam kualitas lingkungan serta kelayakan hunian. Kondisi tersebut menuntut pengembangan permukiman yang mampu beradaptasi terhadap dinamika lingkungan pesisir di masa mendatang. Perancangan ini bertujuan menghasilkan hunian vertikal adaptif yang meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman banjir sekaligus menyediakan lingkungan tinggal yang layak, aman, dan berkelanjutan. Metode perancangan dilakukan melalui analisis tapak, kondisi lingkungan pesisir, kebutuhan pengguna, serta kajian prinsip arsitektur adaptif. Hasil perancangan berupa bangunan hunian vertikal 10 lantai dengan luas lahan 5.500 m² dan total luas bangunan 9.874 m². Konsep yang diterapkan adalah Coastal Adaptive Housing 2050 yang mengintegrasikan sistem hunian vertikal dengan pengelolaan air berbasis adaptasi banjir. Strategi utama berupa penerapan floodable open space, yaitu ruang terbuka yang berfungsi sebagai area komunal pada kondisi normal dan berubah menjadi tampungan sementara saat terjadi hujan ekstrem atau banjir rob sebelum dialirkan menuju sistem polder eksisting. Selain itu, perancangan dilengkapi ruang komunal dan fasilitas pendukung untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni serta mewujudkan permukiman pesisir yang tangguh dan berkelanjutan. Kata kunci: hunian vertikal adaptif, kawasan pesisir, floodable open space.
Article Info
Section: Poster Profession
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.