skip to main content

DUAL-LIFE URBAN INFRASTRUCTURE: FOOD HUB ADAPTIF SEBAGAI SIMPUL KETAHANAN PANGAN DAN RESPONS BENCANA DI KECAMATAN GAJAHMUNGKUR

*Hari Utama  -  Program Profesi Arsitek, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Perubahan iklim, urbanisasi, dan meningkatnya frekuensi bencana menuntut kota memiliki infrastruktur yang lebih adaptif dan resilien. Di Kota Semarang, ketahanan pangan masih sangat bergantung pada stabilitas distribusi harian, sementara risiko banjir, longsor, dan gempa bumi berpotensi mengganggu jaringan logistik serta akses masyarakat terhadap pangan. Kondisi ini menunjukkan perlunya infrastruktur yang dapat melayani kebutuhan sehari-hari, sekaligus juga mampu mendukung respons darurat ketika terjadi krisis. Proyek ini bertujuan merancang Food Hub Adaptif sebagai simpul ketahanan pangan dan respons bencana di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Metode perancangan menggunakan pendekatan dual-life urban infrastructure melalui identifikasi isu ketahanan pangan dan kebencanaan, analisis tapak, studi preseden, serta penerapan prinsip adaptabilitas, fleksibilitas, dan resiliensi dalam pengorganisasian ruang dan sistem bangunan. Hasil perancangan berupa Food Hub Adaptif yang berfungsi sebagai pusat distribusi pangan, pasar segar, retail, dan pengolahan pangan dalam kondisi normal, serta dapat bertransformasi menjadi pusat logistik, distribusi bantuan, dapur umum, pusat komando darurat, dan ruang perlindungan sementara saat bencana. Bangunan ini menjadi model infrastruktur perkotaan yang mengintegrasikan fungsi keseharian dan fungsi darurat dalam satu sistem, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kapasitas respons bencana Kota Semarang.
Article Info
Section: Poster Profession
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.