skip to main content

The Vertical Kampong-Sponge: Resiliensi Ekologis dan Kohesi Sosial Kampung Pelangi

*Bangkit Bagaskoro Suyitno Putera  -  Program Profesi Arsitek, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Proyek "Reimagining Semarang 2050: Kampung Pelangi" mengusulkan redesain permukiman padat di lereng ekstrem Gunung Brintik menjadi purwarupa Vertical Kampong dengan pendekatan Zero Displacement dan Sponge City. Merespons krisis tumpang-tindih sirkulasi warga, logistik komersial, dan invasi wisatawan, desain ini menerapkan strategi Zoning Lockdown yang memusatkan pariwisata murni di lantai dasar. Massa bangunan dirancang dengan konsep Step-Terraced Scaffold (berundak 1-7 lantai) yang menjepit gang historis eksisting tanpa penggusuran, ditopang oleh pondasi micropile dalam yang aman dari longsor dan getaran. Di pusat bangunan disisipkan Innercourt multifungsi sebagai ruang Srawung Vertikal berbasis pengawasan pasif (passive surveillance) serta area Rain Garden untuk memfiltrasi limpasan air sebelum dialirkan secara gravitasi ke Kali Semarang. Melalui 5 modul makro rancangan, kawasan ini mampu menampung 3.390 jiwa, yang berhasil mengakomodasi 100% warga eksisting (2.266 jiwa) sekaligus menyediakan surplus kapasitas ruang sebagai bentuk ketahanan demografi menuju tahun 2050. Kata Kunci: Kampung Vertikal, Zero Displacement, Sponge City, Step-Terraced Scaffold, Zoning Lockdown.
Article Info
Section: Poster Profession
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.