skip to main content

Autonomous Simongan Market Semarang

*Bismar Ardhiansyah  -  Program Profesi Arsitek, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Tantangan eksisting pasar tradisional yang hingga kini masih berhadapan dengan persoalan klasik seperti ketidakteraturan tata ruang, rendahnya standar kebersihan dan higienitas, serta sistem transaksi yang belum efisien dan minim integrasi teknologi. Memasuki era Industri 4.0 yang diproyeksikan berkembang lebih lanjut menuju sistem kehidupan cerdas di tahun 2050, integrasi teknologi seperti robotika, kecerdasan buatan, dan internet of things menjadi elemen kunci dalam transformasi sektor perdagangan. Konsep pasar otonom berbasis robot memungkinkan terciptanya sistem operasional yang lebih efisien melalui otomatisasi distribusi barang, pengelolaan stok secara real-time, serta sistem pembayaran tanpa kasir. Autonomous Simongan Market Semarang dilengkapi dengan Micro Fulfillment Center (MFC) sebagai pusat logistik cerdas yang mengintegrasikan perdagangan fisik dan digital, mendukung distribusi cepat, efisien, dan berkelanjutan menuju pasar masa depan tahun 2050. Pemesanan dapat dilakukan dari lokasi mana saja melalui platform digital yang terhubung secara langsung dengan sistem fulfillment center. Integrasi teknologi kecerdasan buatan dan otomasi memungkinkan pengiriman yang lebih cepat, akurat, dan efisien, sekaligus mendukung operasional pasar yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.
Article Info
Section: Poster Profession
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.