skip to main content

Adaptive Culinary Infrastructure: Reintegrasi PKL di Simpang Lima Semarang

*Annisa Yita Prasetya  -  Program Profesi Arsitek, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Simpang Lima merupakan pusat aktivitas perkotaan sekaligus salah satu destinasi wisata utama di Kota Semarang yang memiliki peran penting dalam mendukung sektor ekonomi, pariwisata, dan kuliner. Namun, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) kuliner yang tersebar di kawasan ini masih menimbulkan berbagai permasalahan, seperti ketidakteraturan tata ruang, gangguan terhadap sirkulasi pejalan kaki, serta belum optimalnya pemanfaatan potensi wisata kuliner sebagai identitas kota. Selain itu, perkembangan Kota Semarang menuju tahun 2050 menuntut tersedianya infrastruktur perkotaan yang lebih adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Berdasarkan kondisi tersebut, perancangan Adaptive Culinary Infrastructure: Reintegrasi PKL di Simpang Lima Kota Semarang bertujuan menciptakan wadah terpadu bagi aktivitas kuliner, UMKM, dan wisata gastronomi dalam satu kawasan yang tertata dan responsif terhadap perkembangan kota di masa depan. Konsep perancangan mengedepankan integrasi fungsi kuliner, edukasi, wisata, dan ruang publik melalui penyediaan area PKL yang terorganisir, ruang makan indoor dan outdoor, galeri edukasi kuliner khas Semarang, serta area komunal yang mendukung interaksi sosial. Desain bangunan menerapkan prinsip arsitektur tropis adaptif dengan memanfaatkan ventilasi alami, pencahayaan alami, ruang terbuka, serta secondary skin bermotif batik sebagai identitas lokal. Hasil perancangan diharapkan mampu meningkatkan kualitas ruang publik, memperkuat ekonomi lokal, mengoptimalkan potensi wisata kuliner, serta menjadi infrastruktur strategis yang mendukung perkembangan Kota Semarang menuju tahun 2050.
Article Info
Section: Poster Profession
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.