skip to main content

Tambak Lorok Fish Hub 2050: Integrasi Infrastruktur Perikanan dan Distribusi dalam Transformasi Kawasan Ekonomi di Semarang

*An 'Umillah Hasya  -  Program Profesi Arsitek, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Tambak Lorok merupakan sentra perikanan terbesar di Kota Semarang yang memiliki peran strategis sebagai pusat pendaratan, perdagangan, dan distribusi hasil laut. Namun, aktivitas perikanan yang terus berkembang juga menimbulkan berbagai permasalahan, seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya efisiensi rantai pasok, serta potensi pencemaran lingkungan akibat limbah dari proses pencucian ikan, pengolahan awal hasil tangkapan, dan sisa produksi perikanan. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas lingkungan pesisir sekaligus mengurangi nilai ekonomi hasil perikanan yang dihasilkan kawasan. Sejalan dengan arah pengembangan pemerintah yang menempatkan Tambak Lorok sebagai pusat perikanan terpadu, kawasan ini memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi pusat ekonomi maritim yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan. Tambak Lorok Fish Hub 2050 dirancang sebagai model pengembangan kawasan berbasis rantai pasok perikanan terintegrasi yang menghubungkan aktivitas pendaratan ikan, penanganan hasil tangkapan, pelelangan modern, penyimpanan dingin, hingga distribusi dalam satu sistem yang efisien. Melalui pendekatan Linear Cold Chain Fish Market, proyek ini menjawab tantangan logistik, menjaga kualitas produk, mengurangi kehilangan hasil tangkapan, serta mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Perancangan ini tidak hanya menghadirkan solusi arsitektur, tetapi juga membangun sistem ekonomi pesisir yang mampu meningkatkan daya saing kawasan, menciptakan nilai tambah bagi masyarakat nelayan, serta mendukung transformasi Tambak Lorok sebagai pusat ekonomi maritim berkelanjutan menuju tahun 2050.
Article Info
Section: Poster Profession
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.