skip to main content

Productive Vertical Villages: Bridging Home Industry and Social Cohesion in Sekayu Village 2050

*Intan Safa Bisyarah  -  Program Profesi Arsitek, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Kawasan Segitiga Emas Kota Semarang yang didominasi perdagangan modern memicu komersialisasi masif, sehingga mengancam eksistensi permukiman kampung kota, Kampung Sekayu. Tingginya nilai tanah berpotensi menyebabkan penggusuran kawasan secara total pada proyeksi tahun 2050 dan mereduksi kohesi sosial masyarakatnya. Sebagai solusi, rancangan Productive Vertical Villages atau Kampung Susun Produktif diusulkan dengan mengintegrasikan hunian vertikal dan ruang home industry fleksibel pada setiap unit rumah warga. Desain ini menerapkan permeabilitas urban yang memanfaatkan lantai dasar sebagai koridor lanskap terbuka untuk area pemasaran lokal, serta dibangun secara bertahap melalui metode relokasi in-situ guna menghindari penggusuran. Kesimpulannya, rancangan ini menawarkan model peremajaan kota yang regeneratif dan inklusif, yang tidak sekadar menyediakan ruang tinggal, tetapi berhasil menjembatani ketahanan ekonomi sirkular yang mandiri dengan pelestarian identitas serta solidaritas sosial warga Kampung Sekayu di masa depan.
Article Info
Section: Poster Profession
Language : ID

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.