BibTex Citation Data :
@article{JPPS32902, author = {Aurelia Ghassani}, title = {Perancangan Wellness Resort di Kawasan Gunungsewu, Gunungkidul dengan Pendekatan Controlled Sensory Environment sebagai Media Pemulihan Kesehatan Mental}, journal = {Jurnal Poster Pirata Syandana}, volume = {7}, number = {01}, year = {2026}, keywords = {}, abstract = {Perancangan Wellness Resort di Kawasan Karst Gunungsewu, Gunungkidul dilatarbelakangi oleh meningkatnya isu kesehatan mental akibat overstimulasi lingkungan urban yang ditandai oleh kebisingan, kepadatan visual, serta tekanan aktivitas yang tinggi. Fenomena ini mendorong kebutuhan akan lingkungan pemulihan (restorative environment) yang mampu mengurangi beban kognitif dan mendukung kesejahteraan psikologis. Kawasan Karst Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark memiliki karakter lingkungan alami yang tenang, rendah kebisingan, serta lanskap yang potensial sebagai media pemulihan mental, namun belum dimanfaatkan secara optimal melalui pendekatan arsitektur terapeutik. Tujuan perancangan ini adalah merumuskan konsep perencanaan dan perancangan wellness resort berbasis pendekatan Controlled Sensory Environment (CSE) sebagai media pemulihan kesehatan mental yang memanfaatkan potensi lingkungan alam serta pengendalian stimulus ruang secara terukur. Pendekatan ini berfokus pada pengaturan intensitas, kompleksitas, dan kualitas stimulus sensori seperti visual, akustik, pencahayaan, serta sekuens ruang guna mendukung proses restorasi psikologis pengguna. Metode yang digunakan meliputi metode deskriptif melalui studi literatur dan analisis teori, metode dokumentatif melalui pengumpulan data tapak, serta metode komparatif melalui studi preseden wellness resort dan arsitektur berbasis sensori. Hasil dari proses tersebut berupa perumusan program ruang, pola sirkulasi, serta strategi perancangan yang mengintegrasikan aspek fungsional, kontekstual, teknis, dan kinerja bangunan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan Controlled Sensory Environment dapat diwujudkan melalui pengendalian kepadatan visual, optimalisasi pencahayaan alami tersaring, pengolahan akustik, serta penyusunan spatial sequencing dari zona publik hingga zona privat yang bersifat restoratif. Dengan demikian, wellness resort tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas rekreasi, tetapi sebagai lingkungan terapeutik yang berperan aktif dalam mendukung pemulihan kesehatan mental secara holistik dan berkelanjutan. Kata Kunci : Wellness Resort, Controlled Sensory Environment, kesehatan mental, arsitektur terapeutik}, issn = {2715-6397}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpps/article/view/32902} }
Refworks Citation Data :
Last update:
JURNAL POSTER PIRATA SYANDANA (ISSN : 2715-6397)
Mailing Address:
Departemen Arsitektur FT. UNDIP
Jl. Prof. Soedarto, SH Kampus Tembalang Semarang Indonesia 50275
Telp. (024) 7470690 Fax. (024) 7470690
email : jpps@arsitektur.undip.ac.id
indexed by googlescholar, portal garuda