skip to main content

Perancangan Community Center di Kota Semarang dengan Pendekatan Bangunan Hijau

*Alamanda Pudyawati  -  UNIVERSITAS DIPONEGORO, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Pertumbuhan kota yang pesat akibat urbanisasi dan ekspansi aktivitas ekonomi seringkali menyebabkan berkurangnya ketersediaan ruang bersama yang dapat diakses masyarakat. Dalam konteks ini, community center (pusat komunitas) memiliki peran penting sebagai wadah interaksi sosial, kegiatan edukatif, rekreasi, serta penguatan identitas dan kohesi sosial masyarakat. Di Kota Semarang, ketersediaan fasilitas komunal masih sangat terbatas, yaitu sekitar 0,7% dari luas wilayah kota, jauh di bawah rekomendasi global sebesar 10–15%. Kondisi ini menunjukkan perlunya perencanaan fasilitas komunitas yang tidak hanya memperhatikan kuantitas, tetapi juga kualitas serta keberlanjutan lingkungan.Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep dan desain community center di Kota Semarang dengan pendekatan bangunan hijau guna meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, kenyamanan pengguna, serta mendukung interaksi sosial secara berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi metode deskriptif melalui studi literatur, studi kebijakan, observasi lapangan, dan wawancara; metode dokumentatif melalui pengumpulan data visual kondisi eksisting; serta metode komparatif melalui studi banding terhadap proyek sejenis baik di dalam maupun luar negeri. Hasil perancangan berupa konsep community center yang mengintegrasikan fungsi sosial, edukatif, budaya, dan rekreasi dalam satu kawasan yang terencana. Pendekatan bangunan hijau diterapkan melalui strategi efisiensi energi, pemanfaatan ventilasi dan pencahayaan alami, pengelolaan air hujan, serta penggunaan material ramah lingkungan. Dengan pendekatan tersebut, community center yang dirancang diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang nyaman, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Semarang. Kata kunci: community center, bangunan hijau, arsitektur berkelanjutan, Kota Semarang, fasilitas komunitas.
Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. LIFE BETWEEN BUILDING - JAN GEHL (2006), SEMARANG SPATIAL PROFILE- UN HABITAT( 2022)

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.