skip to main content

VERTICAL HOUSING SEBAGAI RUANG HIDUP MELALUI PENDEKATAN PRODUCTIVE ARCHITECTURE DENGAN STRATEGI URBAN FARMING DI KOTA TANGERANG SELATAN

*Aura As’ari  -  UNIVERSITAS DIPONEGORO, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Pertumbuhan populasi secara global dan meningkatnya urbanisasi menjadi tantangan besar dalam sistem ketahanan pangan, khusunya di wilayah perkotaan. Hal tersebut memicu keretanan terhadap distribusi pangan, kenaikan harga pangan, dan krisis pangan. Indonesia sendiri sudah mengalami peningkatan jumlah penduduk terus-menerus, serta ketergantungan impor pangan. Salah satunya Kota Tangerang Selatan yang merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan penduduk secara signifikan dengan tantangan yang sama dapat dilihat dari ketidakseimbangan antara alih fungsi lahan yang digunakan sebagai hunian, sehingga berkurangnya lahan yang dapat berpotensi sebagai sumber produksi pangan. Perkembangan hunian vertikal umumnya masih berorientasi pada efesiensi lahan tanpa kegiatan produktif di dalamnya yang berhubungan dengan perputaran ekonomi sampai aspek keberlanjutan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah urban productive living yag terintegrasi dengan urban farming. Dalam penerapannya elemen bangunan seperti balkon, atap, dan fasad dapat menjadi media produksi pangan secara mandiri (self sufficiency) pada bangunan hunian tersebut. Penerapan ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan saja, tetapi sebagai cara meningkatkan kualitas hidup, sumber ekonomi, dan interaksi sosial.
Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Neufert, Ernst. (1989). Architects Data 3rd edition. Jakarta: PT. Erlangga

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.