skip to main content

OPTIMALISASI PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI BEKASI MELALUI PENGEMBANGAN HUNIAN VERTIKAL SEBAGAI BAGIAN DARI INFRASTRUKTUR MITIGASI BANJIR

*Muhammad Hafizh Irfani  -  UNIVERSITAS DIPONEGORO, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Kawasan bantaran Sungai Bekasi merupakan wilayah perkotaan yang memiliki kerentanan banjir tinggi akibat peningkatan debit air dari wilayah hulu, keterbatasan kapasitas sungai, serta berkurangnya area resapan akibat urbanisasi. Kondisi tersebut menyebabkan genangan yang berulang dan menurunkan kualitas lingkungan permukiman di sepanjang bantaran sungai. Perancangan ini bertujuan menghadirkan hunian vertikal adaptif di kawasan bantaran Sungai Bekasi sebagai solusi permukiman yang mampu merespons risiko banjir sekaligus meningkatkan ketahanan kawasan. Dengan pendekatan Sponge City dan Blue-Green Infrastructure, rancangan mengintegrasikan strategi densifikasi vertikal, ruang terbuka hijau, serta sistem pengelolaan air melalui elemen seperti kolam retensi, rain garden, dan bioswale. Perancangan ini diharapkan mampu mengurangi limpasan permukaan, meningkatkan kapasitas infiltrasi air, mendukung fungsi ekologis kawasan, serta menciptakan lingkungan hunian yang lebih aman, berkelanjutan, dan adaptif terhadap banjir.
Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Chan, F. K. S., Griffiths, J., Higgitt, D., Xu, S., Zhu, F., Tang, Y. T., Xu, Y., & Thorne, C. R. (2018). "Sponge City" in China—A breakthrough of planning and flood risk management in the urban context. Land Use Policy, 76, 772–778. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2018.03.005

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.