skip to main content

Perancangan Rumah Sakit Trauma Center Tipe B di Kabupaten Semarang

*Patrick Rama Jonathan  -  UNIVERSITAS DIPONEGORO, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Perkembangan fasilitas kesehatan menuntut rumah sakit tidak hanya sebagai tempat pelayanan medis, tetapi juga sebagai sistem pelayanan terpadu. Tingginya risiko bencana, khususnya banjir, di Indonesia menyebabkan meningkatnya kasus trauma yang memerlukan penanganan cepat dan terintegrasi. Namun, pelayanan trauma yang ada masih belum sepenuhnya terkoordinasi sehingga respons terhadap kondisi darurat belum optimal.  Perancangan Rumah Sakit Trauma Center Tipe B di Kabupaten Semarang bertujuan menghadirkan fasilitas kesehatan yang mampu mendukung penanganan trauma secara efektif melalui pendekatan sistem pelayanan terpadu. Pendekatan ini mengintegrasikan sistem ruang, bangunan, pelayanan medis, dan teknologi dalam satu kesatuan desain yang adaptif terhadap kondisi normal maupun darurat.  Metode yang digunakan meliputi studi literatur, regulasi, dan preseden rumah sakit. Hasil perancangan menekankan efisiensi alur pelayanan trauma, kejelasan zonasi, optimalisasi sirkulasi, serta adaptasi terhadap risiko banjir. Rumah sakit yang dihasilkan diharapkan mampu berfungsi sebagai infrastruktur medis yang responsif, adaptif, dan berkelanjutan dalam mendukung penanganan trauma.  Kata kunci: Trauma Center, Rumah Sakit Tipe B, Sistem Pelayanan Terpadu, Arsitektur Kesehatan, Bencana Banjir.
Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Timmermans, S., & Berg, M. (2003). The Gold Standard: The Challenge of Evidence-Based Medicine and Standardization in Health Care. Temple University Press., Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.