skip to main content

Perancangan Fasilitas Hiburan Youth Wellness Hub sebagai Media Pemulihan Psikologis Gen Z di Kota Semarang.

*Gloria Hana Susmeita  -  UNIVERSITAS DIPONEGORO, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Isu kesehatan mental pada generasi muda menjadi salah satu tantangan  penting dalam kehidupan perkotaan. Hasil Indonesia National Adolescent Mental  Health Survey menunjukkan bahwa sekitar 34,9% remaja di Indonesia mengalami  setidaknya satu masalah kesehatan mental, sementara tingkat pencarian bantuan  profesional masih rendah akibat stigma terhadap layanan kesehatan mental formal.  Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan alternatif yang mampu mendukung  kesejahteraan psikologis generasi muda melalui ruang publik yang bersifat  preventif dan non-klinis.  Kota Semarang sebagai kota metropolitan dan kota pendidikan memiliki  dominasi penduduk usia produktif sebesar 66,37% dari total populasi. Tingginya  aktivitas pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda menunjukkan kebutuhan terhadap  ruang publik yang mampu mendukung interaksi sosial, rekreasi, serta relaksasi  emosional. Namun, tipologi ruang hiburan di kota ini masih didominasi oleh  aktivitas konsumtif seperti pusat perbelanjaan dan kafe.  Penelitian ini bertujuan merancang Youth Wellness Hub sebagai fasilitas  hiburan yang berfungsi sebagai media pemulihan psikologis generasi muda di Kota  Semarang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui  studi literatur, studi preseden arsitektur, analisis konteks kota, serta analisis perilaku  pengguna.  Konsep perancangan mengintegrasikan tiga pendekatan utama yaitu social  space, experiential space, dan healing space melalui prinsip experiential  architecture, healing environment, serta konsep third place. Strategi desain  diterapkan melalui spatial sequencing, pengalaman multisensori, integrasi elemen  alam, serta ruang sosial yang fleksibel. Perancangan ini diharapkan mampu  menghadirkan tipologi ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas  hiburan, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mendukung kesejahteraan mental  generasi muda.  Kata kunci: Youth Wellness Hub, kesehatan mental, generasi Z, experiential  architecture, healing environment.
Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Corrigan, P. W. (2004). How stigma interferes with mental health care. Washington, DC: American Psychological Association. World Health Organization. (2022). World mental health report: Transforming mental health for all. Geneva: World Health Organization. Pallasmaa, J. (2012). The eyes of the skin: Architecture and the senses. Chichester: John Wiley & Sons

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.