skip to main content

PERANCANGAN FASILITAS REHABILITASI NAPZA RESIDENSIAL DENGAN PENDEKATAN THERAPEUTIC ARCHITECTURE DI BANDUNG

*Zebina Pandelaki  -  UNIVERSITAS DIPONEGORO, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif lainnya (NAPZA) telah menjadi salah satu kasus terbesar yang sering dijumpai di dunia, termasuk di Indonesia. Dalam kasusnya, penyalahgunaan zat terlarang ini dapat menimbulkan cabang ke berbagai permasalahan. Salah satunya adalah kerusakan fungsi pada mental dan tubuh manusia. Sesuai peraturan yang diterapkan pada setiap negara hukum, penyalahgunaan NAPZA akan ditujukan ke proses hukum dan pemulihannya. Kota Bandung, sebagai salah satu pusat urbanisasi dan mobilitas tinggi di Jawa Barat, menghadapi tantangan peningkatan kasus adiksi yang berdampak pada penurunan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat. Fasilitas rehabilitasi NAPZA ini dirancang melalui prinsip dan konsep Therapeutic Architecture untuk mendekonstruksi stigma negatif. Konsep desain mengacu pada Standar Teknis Bangunan Rehabilitasi BNN dan prinsip Healing Environment, yang berfokus pada elemen pencahayaan alami, koneksi lanskap, sirkulasi udara, komunitas sosial, serta keamanan pasif untuk mempercepat proses pemulihan residen.  Kata Kunci : Pusat Rehabilitasi NAPZA, stigma negatif narkoba, penyalahgunaan narkoba, therapeutic architecture, healing environment, Bandung
Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Chrysikou, E. (2014). Architecture for psychiatric environments and therapeutic spaces. https://www.researchgate.net/publication/273287502

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.