skip to main content

Perancangan Resort dengan Mengedepankan Wellbeing di Bali

*Angelia Harianja  -  UNIVERSITAS DIPONEGORO, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Perkembangan kehidupan perkotaan yang semakin dinamis meningkatkan tekanan psikologis masyarakat akibat tingginya intensitas aktivitas dan paparan stimulus lingkungan. Kondisi ini memunculkan kebutuhan akan ruang yang mampu mendukung pemulihan mental melalui lingkungan yang lebih tenang dan restoratif. Bali sebagai destinasi wisata yang dikenal dengan citra relaksasi dan aktivitas wellness juga mengalami peningkatan intensitas pariwisata yang berdampak pada kepadatan dan dinamika lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang pemulihan mental tidak hanya relevan bagi masyarakat urban, tetapi juga dalam konteks kawasan wisata yang berkembang pesat. Perancangan ini mengusulkan sebuah resort dengan pendekatan wellbeing sebagai ruang pemulihan mental yang mengintegrasikan pengalaman ruang, aktivitas, dan lanskap alami. Pendekatan desain mengacu pada prinsip healing architecture, sensory design, serta landscape integration untuk menciptakan lingkungan yang mendukung ketenangan, refleksi, dan keseimbangan mental. Program ruang dirancang meliputi fasilitas akomodasi, ruang wellness, serta ruang komunal yang disusun berdasarkan gradasi privasi guna menciptakan pengalaman ruang yang bertahap dan menenangkan. Lokasi perancangan berada di kawasan Bresela, Gianyar, Bali, yang memiliki karakter lanskap alami berupa vegetasi tropis dan kontur lembah yang mendukung konsep pemulihan mental.
Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Gruebner, O., Rapp, M. A., Adli, M., Kluge, U., Galea, S., & Heinz, A. (2017). Cities and mental health. Deutsches Ärzteblatt International, 114(8), 121–127

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.